“Warga berinisiatif menanami pohon pisang karena lubang-lubang jalan sering jadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Kasihan para pengguna jalan kalau keadaan ini didiamkan dan dibiarkan berlarut-larut,” ungkapnya ketika ditemui Espos di sela-sela kesibukannya di Dukuh Sendangsari, Kamis (31/3/2011) siang.
Edi mengatakan korban kecelakaan umumnya berasal dari luar daerah yang tidak mengetahui secara persis kerusakan jalan. Menurutnya, seringkali para pengendara sepeda motor terkejut dan justru mengalami kecelakaan ketika berupaya menghindari lubang jalan di depan mereka. Dengan ditanami pohon pisang, pengguna jalan diharapkan mengurangi kecepatan kendaraannya.
Warga lain, Sutiman, 60, menyatakan hal serupa. Dia menegaskan kerusakan jalan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan korban kebih banyak. Terlebih pengalaman selama ini, selain luka-luka, ada di antara pengguna jalan yang tewas seketika setelah mengalami kecelakaan fatal di lokasi.
Pantauan Espos, selain lubang jalan dengan ukuran bervariasi, jalur lintas kecamatan tersebut cukup berbahaya karena juga ada banyak gelombang jalan. Kerusakan terjadi sejak objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Desa Sendang sampai wilayah Wuryantoro. Menurut Edi Sutarno, kerusakan juga terjadi pada jalur serupa di Kecamatan Eromoko.
“Perbaikan sebenarnya relatif sering dilakukan, tetapi hanya penambalan. Kadang-kadang kurang dari satu bulan jalan sudah rusak lagi dan lubang jalan kembali terbuka. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” imbuh Edi. Dikemukakan, pemerintah harus mengupayakan jalan berkualitas lebih baik agar tak merugikan kepentingan umum dan masyarakat.
0 komentar