
“Kami tidak akan meloloskan kendaraan yang memakai ban vulkanisir. Kami tidak berani main-main dengan ban vulkanisir. Apalagi untuk roda depan kendaraan, sangat berisiko,” tandas Yudo.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Yudo, jumlah kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) di Wonogiri sebanyak 5.250 unit terdiri atas, bus AKAP, AKDP, pikap, truk maupun kendaraan umum lainnya. “Belum terjadi lonjakan pengajuan uji kir kendaraan. Setiap hari rata-rata 35 unit.”
Menurutnya, pemohon uji kir hanya memindah pola pengujian. Dicontohkannya, jika masa uji habis akhir Agustus atau awal September akan dimajukan pengujiannya di awal Agustus. “Pengusaha tidak mau repot, karena akhir Agustus sudah Lebaran. Kenaikan hanya sekitar 10%.”
Ditambahkan oleh Suyatmo, pengusaha Wonogiri tidak pernah menambah KBWU. “Jumlah KBWU di Wonogiri stagnan, tidak terjadi lonjakan walau Ramadan dan menjelang Lebaran. Menjelang Lebaran, kami akan melakukan uji petik terhadap kendaraan AKAP yang berangkat ke Jakarta. Jika tidak laik, ya ditunda keberangkatannya. Kami menginginkan keselamatan penumpang lebih diutamakan.”
Informasi yang diperoleh Espos, terminal baru di Krisak Wonogiri akan dijadikan lokasi parkir bagi bus-bus pemudik. Pemungsian terminal dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan di beberapa ruas jalan. Budi, salah seorang kru bus AKAP mengaku, telah mengurus kartu uji kendaraan atau kir bagi beberapa bus. “Menjelang Lebaran, semua bus yang tadinya diparkir dihidupkan lagi. Semua diujikan kembali agar bisa mengangkut penumpang Lebaran,” jelasnya.
0 komentar