Terinspirasi dengan seringnya terjadi gempa di Indonesia, seorang siswa sekolah dasar di Jember, Jawa Timur, membuat alat pendeteksi gempa atau seismograf dari barang-barang yang tidak terpakai.
Fahriza Nur Erowati, siswi sekolah dasar berstandar internasional Jember Lor 03 ini berharap kreasinya mampu menekan jumlah korban gempa. Selain dibimbing oleh guru, Fahriza juga mencari referensi melalui berbagai media di internet.
Alat pendeteksi gempa ini dibuat Fahriza dari bahan-bahan yang sederhana. Di antaranya, kayu, pipa paralon, bandul, tali crack, relay, terminal kabel, bel listrik dari bel sepeda motor, saklar, aki dua belas volt, dan bahan lainnya yang mudah didapatkan.
Seismograf ciptaan Fahriza cukup efektif mendeteksi gempa. Bila terjadi getaran atau gempa bumi, maka alat ini akan bergetar, di mana bandul yang berada di dalam tabung akan bergerak dan menyentuh kawat yang dialiri arus listrik.
“Sentuhan membuat arus listrik yang berasal dari aki akan mengalir menuju alarm dan akhirnya membunyikan alarm,” ujar Fahriza di Jember, Jawa Timur, Senin (6/6/2011).
Agar alarm peringatan dapat terus berbunyi meskipun bandul sudah tidak menyentuh kawat yang dialiri arus listrik dibuatlah rangkaian relay. Fahriza memang senang membuat hal-hal yang baru, khususnya di bidang teknologi elektronik, apalagi jika bermanfaat dan demi keselamatan orang banyak.
Eni Sri Lestari, guru pembimbing Fahriza, mengatakan, alat ini diciptakan untuk mengikutsertakan siswa berprestasi dalam lomba di tingkat propinsi. “Setiap kreasi anak memang perlu dikembangkan agar dapat terus berproses dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.
Fahriza Nur Erowati, siswi sekolah dasar berstandar internasional Jember Lor 03 ini berharap kreasinya mampu menekan jumlah korban gempa. Selain dibimbing oleh guru, Fahriza juga mencari referensi melalui berbagai media di internet.
Alat pendeteksi gempa ini dibuat Fahriza dari bahan-bahan yang sederhana. Di antaranya, kayu, pipa paralon, bandul, tali crack, relay, terminal kabel, bel listrik dari bel sepeda motor, saklar, aki dua belas volt, dan bahan lainnya yang mudah didapatkan.
Seismograf ciptaan Fahriza cukup efektif mendeteksi gempa. Bila terjadi getaran atau gempa bumi, maka alat ini akan bergetar, di mana bandul yang berada di dalam tabung akan bergerak dan menyentuh kawat yang dialiri arus listrik.
“Sentuhan membuat arus listrik yang berasal dari aki akan mengalir menuju alarm dan akhirnya membunyikan alarm,” ujar Fahriza di Jember, Jawa Timur, Senin (6/6/2011).
Agar alarm peringatan dapat terus berbunyi meskipun bandul sudah tidak menyentuh kawat yang dialiri arus listrik dibuatlah rangkaian relay. Fahriza memang senang membuat hal-hal yang baru, khususnya di bidang teknologi elektronik, apalagi jika bermanfaat dan demi keselamatan orang banyak.
Eni Sri Lestari, guru pembimbing Fahriza, mengatakan, alat ini diciptakan untuk mengikutsertakan siswa berprestasi dalam lomba di tingkat propinsi. “Setiap kreasi anak memang perlu dikembangkan agar dapat terus berproses dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.
Gara gara pacar gelap, Kirdiyono (48) ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran pasal 335 pasal 1 ke 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan UU Darurat Tahun 1951 pasal 2 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman paling lama satu tahun penjara. Penyebabnya pria berkulit hitam warga Giripurwo RT 02 RW 12 Wonogiri itu mengancam dengan parang kepada dua orang tamu yang datang ke rumahnya beberapa bulan lalu. Orang yang diancam adalah Yosep Wahyudi dan Suprihatin, keduanya berasal dari Sukoharjo dan Surakarta. Ceritanya, sekira pukul 11.00, Kamis (24/3/11) lalu, Yosep dan Suprihatin datang ke rumah Kirdiono, mengendarai sepeda motor. Tujuannya, Wahyudi ingin mengantarkan Suprihatin ke rumah Kirdiono. Suprihatin bertujuan ingin meminta maaf kepada Kirdiono dan istrinya, bahwa Suprihatin tidak akan menjalin hubungan intim lagi.
Suprihatin itu dulu pacar gelap Kirdi, atau selingkuhannya gitu. Nah Yosep Wahyudi datang mengantarkan Suprihatin, tujuannya mau minta maaf kepada Kirdi dan istrinya, Suprihatin tidak akan mengganggu rumah tangganya lagi, tapi waktu itu salah paham. Kedatangan Wahyudi dan Kirdi disambut dengan parang, Kirdi melarikan diri lapor ke polisi,” ujar Wahyu Sri Hartani jaksa penuntut umum perkara tersebut.
Perkara itu mulai disidangkan di kantor Pengadilan Negeri Wonogiri, Senin (6/6/11) kemarin. Agenda sidang kemarin adalah pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi. Sidang dipimpin Siti Insirah, Nyoman Suharta dan Nataria C. Sidang akan dilanjutkan pada pecan depan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi dan barang bukti.
Jajaran Polresta Solo mengawasi Rutan kelas I Solo secara ketat guna mengantisipasi peredaran Narkoba. Hal itu dibuktikan dengan menyebar sejumlah anggota di sekitar lingkungan Rutan Solo. Menurut Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo pengawasan ekstra ketat mendesak dilakukan. Pasalnya, Rutan kelas I Solo disinyalir dihuni beberapa Napi dan tahanan yang memiliki jaringan cukup kuat. Modus penyelundupan Narkoba ke Rutan Solo dinilai juga semakin bervariasi.
“Pasti, kami awasi secara ketat. Kami terus mempelajari tentang modus-modus pengiriman barang itu. Adanya pengiriman itu mengindikasikan adanya permintaan dari dalam Rutan,” tegasnya saat dihubungi Espos, Minggu (5/6/2011).
Dia mengatakan, selain melakukan pengawasan juga meningkatkan koordinasi dengan Rutan kelas I Solo terkait pengamanan di lingkungan Rutan. Koordinasi tersebut berupa pembagian tugas terkait pola pengawasan.
Berdasarkan data yang dihimpun Espos, Rutan kelas I Solo telah membongkar dua kali peredaran Narkoba dalam beberapa bulan terakhir. Kali pertama, mereka memergok
Pemkab Wonogiri hingga kini belum menyerahkan mobil operasional dinas (Mobdin) yang dibeli dengan dana APBD 2011 senilai Rp 1,03 miliar ke empat pimpinan Muspida. Kendati demikian, soal gugatan dari LSM PPBB, Pemkab menyatakan siap menghadapinya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda), Budiseno, saat ditemui wartawan, Senin (6/6/2011). Bupati H Danar Rahmanto sendiri saat ditanya mengenai hal itu enggan memberikan komentar. Dia mengatakan hal itu sudah ia delegasikan ke Sekda.
“Pemkab belum memutuskan apakah mobil-mobil itu jadi diperuntukkan bagi pimpinan Muspida. Kalaupun jadi, sifatnya kan hanya pinjam pakai untuk menggantikan, mobil pinjam pakai yang lama nanti akan ditarik dan bisa digunakan untuk SKPD yang membutuhkan,” kata Budiseno.
Diberitakan sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB) berencana mencantumkan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo sebagai tergugat dalam perkara gugatan pengadaan mobil dinas (Mobdin) untuk Muspida Wonogiri yang akan didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat, dalam pekan ini.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri pekan ini kembali memanggil mantan Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan mark up bantuan sarana prasarana (Sarpras) olahraga tahun 2003/2004.
Ini merupakan kali ketiga Kejari memanggil Begug. Kendati demikian, Begug dipastikan masih berstatus sebagai saksi.
Pemanggilan itu, menurut Kepala Kejari (Kajari), Sukaryo, untuk melengkapi berkas karena masih ada keterangan saksi-saksi yang belum sinkron satu sama lain. Ketidaksinkronan itu pula yang, menurut Sukaryo, membuat berkas pemeriksaan kasus itu belum juga bisa dilimpahkan ke PN, kendati tersangka dalam kasus ini sudah jelas yakni AIW.
“Kalau saya sih inginnya secepatnya berkas bisa dilimpahkan. Target saya akhir bulan inilah paling lambat. Semua saksi sudah dipanggil. Tapi karena ada kesaksian yang belum sinkron terpaksa kami lakukan pemanggilan ulang, termasuk Pak Begug,” kata Sukaryo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/6/2011).
Ini merupakan kali ketiga Kejari memanggil Begug. Kendati demikian, Begug dipastikan masih berstatus sebagai saksi.
Pemanggilan itu, menurut Kepala Kejari (Kajari), Sukaryo, untuk melengkapi berkas karena masih ada keterangan saksi-saksi yang belum sinkron satu sama lain. Ketidaksinkronan itu pula yang, menurut Sukaryo, membuat berkas pemeriksaan kasus itu belum juga bisa dilimpahkan ke PN, kendati tersangka dalam kasus ini sudah jelas yakni AIW.
“Kalau saya sih inginnya secepatnya berkas bisa dilimpahkan. Target saya akhir bulan inilah paling lambat. Semua saksi sudah dipanggil. Tapi karena ada kesaksian yang belum sinkron terpaksa kami lakukan pemanggilan ulang, termasuk Pak Begug,” kata Sukaryo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/6/2011).
Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menyampaikan nota pengantar Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2010 dalam sidang paripurna di Gedung DPRD setempat, Senin (6/6/2011). Terungkap dalam nota itu, pendapatan asli daerah (PAD) maupun retribusi belum sesuai target.
Dari target PAD senilai Rp 65,9 miliar pada 2010 lalu terealisasi Rp 64,9 miliar atau masih kurang Rp 938,9 juta. Sedangkan pendapatan retribusi, dari target Rp 34 miliar, tercapai Rp 27,9 miliar atau masih kurang Rp 6 miliar. Penyebabnya antara lain karena tidak terpenuhinya target retribusi jasa umum.
Ditemui seusai sidang, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKAD), Edi Sutopo mengatakan banyak faktor yang menyebabkan belum tercapainya target PAD maupun retribusi daerah.
“Di antaranya berkaitan dengan intensifikasi penarikan retribusi, kurangnya pemetaan potensi daerah yang bisa meningkatkan pendapatan, kurangnya sumber daya manusia (SDM), masih adanya regulasi yang kurang mendukung, dan kesadaran masyarakat,” papar Edi.
Dari target PAD senilai Rp 65,9 miliar pada 2010 lalu terealisasi Rp 64,9 miliar atau masih kurang Rp 938,9 juta. Sedangkan pendapatan retribusi, dari target Rp 34 miliar, tercapai Rp 27,9 miliar atau masih kurang Rp 6 miliar. Penyebabnya antara lain karena tidak terpenuhinya target retribusi jasa umum.
Ditemui seusai sidang, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKAD), Edi Sutopo mengatakan banyak faktor yang menyebabkan belum tercapainya target PAD maupun retribusi daerah.
“Di antaranya berkaitan dengan intensifikasi penarikan retribusi, kurangnya pemetaan potensi daerah yang bisa meningkatkan pendapatan, kurangnya sumber daya manusia (SDM), masih adanya regulasi yang kurang mendukung, dan kesadaran masyarakat,” papar Edi.
Anggota Komite Normalisasi (KN) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga Wakil Walikota Solo Jawa Tengah FX Hadi Rudyatmo menegaskan penyelenggaraan kongres PSSI di Solo akan dipersiapkannya secara matang. Menurutnya, kongres PSSI yang akan digelar 30 Juni 2011 merupakan kesempatan terakhir bagi KN sehingga tidak boleh disia-siakan.
“Tadi siang kami (KN) sudah menyepakati Solo sebagai tuan rumah kongres PSSI. Rencananya pada tanggal 30 Juni dimulai jam 09.00 WIB,”ujar Rudi, sapaan akrab Hadi Rudyatmo, Senin (6/6/2011).
Rudi menyatakan, agenda kongres masih tetap sama yakni memilih Ketum, Waketum dan anggota exco PSSI periode 2011 - 2015 seperti yang diamanatkan federasi persepakbolaan dunia, FIFA. Pelaksanaan kongres luar biasa nanti dipastikannya menjadi sorotan nasional, sehingga persiapan pun harus dimulai sejak dini.
Ia yang selaku Wakil Wali Kota Solo merasa terhormat bisa memberikan pelayanan dalam perhelatan penting persepakbolaan nasional tersebut. Rudi berharap pelaksanaan kongres PSSI di Solo 30 Juni mendatang berakhir dengan sukses, setelah kongres sebelumnya di Jakarta dan Pekanbaru deadlock. Untuk itu, ia meminta semua pihak mengedepankan kepentingan nasional daripada arogansi kelompok.
Sementara itu, penyelenggaraan kongres PSSI di Solo 30 Juni mendatang segera disosialisasikan melalui undangan resmi. Pengamanan maupun fasilitas di forum, kata dia, tidak akan berbeda dari pelaksanaan kongres sebelumnya di Hotel The Sultan Jakarta 20 Mei 2011 lalu.
Tentunya agenda kongres nanti harus mencapai klimaks tanpa membuang waktu, tenaga dan pikiran secara percuma. Artinya, forum tersebut bisa efektif memilih Ketum, Waketum PSSI dan anggota exco.
“Keamanan sama seperti di Jakarta kemarin. Ini kesempatan terakhir, semoga bisa berjalan lancar,”lanjutnya.
Di sisi lain, Rudi meyakini Solo tidak memiliki kepentingan apapun dalam esensi kongres. Sebab PSSI Solo tidak punya hak suara dalam kongres, pasca kepengurusannya dibekukan oleh Mantan Ketum PSSI Nurdin Halid.
Berpijak dari pengalaman menggelar pertemuan berskala nasional dan internasional, Rudi pun meyakini Kota Solo bisa mengakomodasi kongres pssi dengan baik. Sejarah mencatat, nama PSSI secara resmi ditetapkan di Solo pada Kongres PSSI tahun 1930 dan menetapkan Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI yang pertama.
“Tadi siang kami (KN) sudah menyepakati Solo sebagai tuan rumah kongres PSSI. Rencananya pada tanggal 30 Juni dimulai jam 09.00 WIB,”ujar Rudi, sapaan akrab Hadi Rudyatmo, Senin (6/6/2011).
Rudi menyatakan, agenda kongres masih tetap sama yakni memilih Ketum, Waketum dan anggota exco PSSI periode 2011 - 2015 seperti yang diamanatkan federasi persepakbolaan dunia, FIFA. Pelaksanaan kongres luar biasa nanti dipastikannya menjadi sorotan nasional, sehingga persiapan pun harus dimulai sejak dini.
Ia yang selaku Wakil Wali Kota Solo merasa terhormat bisa memberikan pelayanan dalam perhelatan penting persepakbolaan nasional tersebut. Rudi berharap pelaksanaan kongres PSSI di Solo 30 Juni mendatang berakhir dengan sukses, setelah kongres sebelumnya di Jakarta dan Pekanbaru deadlock. Untuk itu, ia meminta semua pihak mengedepankan kepentingan nasional daripada arogansi kelompok.
Sementara itu, penyelenggaraan kongres PSSI di Solo 30 Juni mendatang segera disosialisasikan melalui undangan resmi. Pengamanan maupun fasilitas di forum, kata dia, tidak akan berbeda dari pelaksanaan kongres sebelumnya di Hotel The Sultan Jakarta 20 Mei 2011 lalu.
Tentunya agenda kongres nanti harus mencapai klimaks tanpa membuang waktu, tenaga dan pikiran secara percuma. Artinya, forum tersebut bisa efektif memilih Ketum, Waketum PSSI dan anggota exco.
“Keamanan sama seperti di Jakarta kemarin. Ini kesempatan terakhir, semoga bisa berjalan lancar,”lanjutnya.
Di sisi lain, Rudi meyakini Solo tidak memiliki kepentingan apapun dalam esensi kongres. Sebab PSSI Solo tidak punya hak suara dalam kongres, pasca kepengurusannya dibekukan oleh Mantan Ketum PSSI Nurdin Halid.
Berpijak dari pengalaman menggelar pertemuan berskala nasional dan internasional, Rudi pun meyakini Kota Solo bisa mengakomodasi kongres pssi dengan baik. Sejarah mencatat, nama PSSI secara resmi ditetapkan di Solo pada Kongres PSSI tahun 1930 dan menetapkan Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI yang pertama.
Kapolres Wonogiri Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika menetapkan lima penjudi toto gelap (togel) diteatpkan sebagai tersangka (TSK) pasal 303 KUHP.
Ancaman maksimal empat tahun penjara. “Setelah kita sidik, akhirnya kelima pelaku resmi kita tetapkan sebagai tersangka pasal 303 KUHP, ancamannya maksimal 4 tahun penjara,” kata Kapolres melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo. Kelima TSK adalah Trisno (33) warga Slayur RT 02 RW 04 Desa Dangkrang Kecamatan Purwantoro, Seno alias Wowok (55) warga Girimarto, Yohanes alias Gawok (37) warga Jatinom Sidoharjo, Edy Sarjono asal Ngarjosari Kecamatan Tirtomoyo dan Saniman (52) warga Desa Pudi Kecamatan Batuwarno. Seno disebut sebut adalah mantan PNS guru yang kini menekuni profesi Bandar togel.
Ancaman maksimal empat tahun penjara. “Setelah kita sidik, akhirnya kelima pelaku resmi kita tetapkan sebagai tersangka pasal 303 KUHP, ancamannya maksimal 4 tahun penjara,” kata Kapolres melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo. Kelima TSK adalah Trisno (33) warga Slayur RT 02 RW 04 Desa Dangkrang Kecamatan Purwantoro, Seno alias Wowok (55) warga Girimarto, Yohanes alias Gawok (37) warga Jatinom Sidoharjo, Edy Sarjono asal Ngarjosari Kecamatan Tirtomoyo dan Saniman (52) warga Desa Pudi Kecamatan Batuwarno. Seno disebut sebut adalah mantan PNS guru yang kini menekuni profesi Bandar togel.
Dasar kelima pelaku menjadi tersangka karena tertangkap tangan saat menjalankan aksinya sebagao penjudi togel. Polisi juga berhasil menyita barang bukti dari mereka. Trisno ditangkap di Halte bus Jurusan Bulukerto, dengan barang bukti HP Nokia dan uang Rp.25 ribu dan kertas rekapan, serta motor Yamaha Vega AD 6510 SG.
Sementara barang bukti dari Seno berupa dua unit HP, bukti transaksi togel dan uang Rp.30 ribu. Sedangkan barang bukti dari Edy dan Saniman ada empat unit HP dan uang Rp.50 ribu. Mereka ditangkap secara terpisah, di Sidoharjo, Tirtomoyo dan di Purwantoro, beberapa hari yang lalu. Modus peredaran judi togel kini cenderung memanfaatkan teknologi komunikasi, antara lain HP dan internet.
Jajaran Polsek Sidoharjo dan Resmob Satreskrim Polres Wonogiri menangkap Andika Pradana (20) warga Kabupaten Boyolali. Andika dituduh mencuri HP Samsung SGH 800 seharga Rp.1 juta milik Andri (15) warga Dusun Tanjung Desa Simbukan Kecamatan Sidoharjo. Andri ditangkap semalam di rumahnya di Boyolali, Jumat (3/6/11).
Kapolres Wonogiri AKBP Ni Kethut Swastika melalui Kapolsek Sidoharjo AKP H Untung Sunyoto mengungkapkan pencurian itu terjadi pada Jumat dini hari. Kronologisnya, pelaku memiliki saudara yang tinggal sedesa dengan rumah korban. Pada sehari sebelumnya, Kamis (2/6/11) pelaku datang ke rumah korban dan menginap di rumah korban.
Pada pagi harinya, Jumat (3/6/11) korban terbangun, namun kawannya itu sudah tidak ada di rumahnya. HP milik korban yang dibelikan neneknya sebagai hadiah ulang tahunnya, raib. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek terdekat. Atas laporan tersebut, polisi menindaklanjutinya. “Pelaku kita tangkap tadi malam, mulai hari ini sudah resmi kita tahan. Pekaranya ditangani polsek Sidoharjo, tersangkanya dititipkan di Polres Wonogiri,” ujar Kapolres yang baru menjabat sebulan ini.
Kapolres Wonogiri AKBP Ni Kethut Swastika melalui Kapolsek Sidoharjo AKP H Untung Sunyoto mengungkapkan pencurian itu terjadi pada Jumat dini hari. Kronologisnya, pelaku memiliki saudara yang tinggal sedesa dengan rumah korban. Pada sehari sebelumnya, Kamis (2/6/11) pelaku datang ke rumah korban dan menginap di rumah korban.
Lantaran kurang hati-hati saat memotong pohon bambu, Kasno, 53, warga Dusun Pagean RT 1/RW VIII Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri harus meregang nyawa, Minggu (5/6/2011) pagi. Ia diduga tersengat aliran listrik (kesetrum) dari kabel yang putus karena tertimpa bambu. Keterangan yang diperoleh Espos, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Kasno yang melihat salah satu batang bambu nyaris roboh ke jalan, ia berniat memotong bambu itu. Namun ia kurang memperhitungkan jarak bambu dengan kabel listrik sehingga bambu itu ambruk menimpa kabel hingga putus dan salah satu potongannya jatuh ke sawah. “Rupanya, Pak Kasno kemudian mengambil kabel yang jatuh ke sawah itu dan tersengat aliran listrik. Di tangan kanannya ada bekas luka gosong,” ungkap Kepala Desa Bero, Joko Pramono, kepada wartawan, Minggu (5/6/2011).
Setelah salah seorang warga memindahkan kabel menggunakan galah, warga kemudian beramai-ramai menolong korban. “Saat itu Pak Kasno masih hidup meskipun sangat lemah. Tapi saat hendak dibawa ke rumah sakit, dia sudah tiada. Pak Kasno kemudian dibawa ke rumahnya,” kata Joko.
Jajaran Polresta Solo gencar melakukan penyuluhan dan razia Narkoba di tempat hiburan di Kota Bengawan dalam satu bulan terakhir. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pencegahan peredaran Narkoba di Solo.
Demikian ditegaskan Kasubag Humas, AKP Edi Wibowo mewakili Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Sabtu (4/6/2011) .
“Sasaran penyuluhan diutamakan mereka yang termasuk generasi muda. Di samping itu, razia dilakukan di beberapa tempat hiburan di Solo. Kegiatan seperti itu akan terus kami lakukan,” ucap Edi.
Demikian ditegaskan Kasubag Humas, AKP Edi Wibowo mewakili Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Sabtu (4/6/2011) .
“Sasaran penyuluhan diutamakan mereka yang termasuk generasi muda. Di samping itu, razia dilakukan di beberapa tempat hiburan di Solo. Kegiatan seperti itu akan terus kami lakukan,” ucap Edi.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB) berencana mencantumkan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo sebagai tergugat dalam perkara gugatan pengadaan mobil dinas (Mobdin) untuk Muspida Wonogiri yang akan didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat, dalam pekan ini. Pencantuman Gubernur sebagai tergugat itu lantaran Gubernur dinilai telah ikut serta menyetujui penganggaran pengadaan empat Mobdin senilai total Rp 1,03 miliar, saat mengevaluasi rancangan APBD 2011 awal tahun ini.
“Kami mencantumkan Gubernur sebagai tergugat karena ikut memuluskan anggaran untuk pengadaan Mobdin Muspida itu dalam APBD 2011 Wonogiri, bukannya mencoretnya karena penganggaran itu sebenarnya tidak berasas manfaat bagi masyarakat,” kata Ketua LSM PPBB, Kenthut Suryatno, kepada wartawan, Minggu (5/6/2011).
Museum Karst Indonesia (MKI) bakal mendapat kunjungan dari tim United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Rabu (8/6/2011). Meski sifatnya hanya mampir, namun kunjungan itu menunjukkan adanya perhatian dari organisasi internasional itu terhadap MKI. Pengelola MKI, Anton Wicaksono, kepada wartawan, Minggu (5/6/2011) mengungkapkan tim dari UNESCO itu akan mampir dalam perjalanan mereka dari Yogyakarta ke Pacitan, di mana mereka akan melakukan serangkaian penilaian terkait proyek Geopark di wilayah itu.
“Tim dari UNESCO memang akan datang tapi hanya mampir. Tidak ada tujuan khusus. Kebetulan mereka dari Yogyakarta mau ke Pacitan lewat Pracimantoro jadi sekalian saja mampir,” kata Anton.
Kalangan nelayan di pesisir selatan Paranggupito beberapa waktu terakhir mulai menguji coba pendaratan perahu di Pantai Nampu. Hal ini menyusul rusaknya alur pendaratan di Pantai Waru sementara dermaga yang ditunggu-tunggu belum juga terealisasi. Perihal uji coba pendaratan perahu nelayan di Pantai Nampu yang selama ini lebih dikenal untuk wisata itu diungkapkan oleh Kepala Koperasi Nelayan Paranggupito “Parang Bahari”, Sucipto, kepada wartawan, Minggu (5/6/2011).
Menurutnya, uji coba itu baru kali pertama ini dilakukan dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan. Perahu bisa bersandar dengan aman berikut muatannya.
“Hasilnya cukup menggembirakan. Artinya, nelayan tidak lagi harus mendaratkan perahu jauh-jauh ke Pantai Sadeng di Yogyakarta atau Watukarung di Pacitan. Bisa lebih irit bahan bakar dan dari sisi keamanan peralatan juga lebih terjamin karena berada di daerah sendiri,” ungkap Sucipto.
Untuk kesekian kalinya, Ustad Yusuf Mansyur kembali hadir di Kota Solo dalam pengajian akbar yang digelar Yayasan Wisata Hati di Pendhapi Gede Balaikota Solo, Minggu (5/6/2011).
Dai yang selalu mengkampanyekan sedekah dan salat tahajud itu menguraikan berbagai hikmah yang dipetik dari Alquran Surat Ali Imron ayat 14-17.
Palam kesempatan itu, Yusuf Mansyur kembali memaparkan jawaban atas berbagai persoalan hidup adalah sedekah dan salat tahajud, ditambah dengan salat duha.
Menurutnya, setiap kita bersedekah, akan dijanjikan oleh Allah balasan minimal 10 kali lipat dari yang kita sedekahkan. Tidak hanya berupa uang tunai, barang-barang berharga milik kita, seperti perhiasan, sepeda motor, tanah, rumah, bisa disedekahkan.
Namun di samping itu, Yusuf Mansyur mengatakan seorang muslim juga harus bisa menunjukkan ketakwaannya kepada Allah SWT.
“Ketaatan kepada Allah, itu nomor satu!” tegasnya.
Dai yang selalu mengkampanyekan sedekah dan salat tahajud itu menguraikan berbagai hikmah yang dipetik dari Alquran Surat Ali Imron ayat 14-17.Palam kesempatan itu, Yusuf Mansyur kembali memaparkan jawaban atas berbagai persoalan hidup adalah sedekah dan salat tahajud, ditambah dengan salat duha.
Menurutnya, setiap kita bersedekah, akan dijanjikan oleh Allah balasan minimal 10 kali lipat dari yang kita sedekahkan. Tidak hanya berupa uang tunai, barang-barang berharga milik kita, seperti perhiasan, sepeda motor, tanah, rumah, bisa disedekahkan.
Namun di samping itu, Yusuf Mansyur mengatakan seorang muslim juga harus bisa menunjukkan ketakwaannya kepada Allah SWT.
“Ketaatan kepada Allah, itu nomor satu!” tegasnya.
Suara hiruk pikuk orang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di kota Solo seolah kalah dengan nada nyaring suara gamelan, Sabtu (4/5). Bahkan rebana bersahutan mengalahkan suara musik modern yang biasanya terdengar. Tak hanya itu, di lantai 2 Solo Grand Mall (SGM) juga terlihat beberapa orang bertopeng, dan berkostum warna-warni mondar-mandir, dan bercengkerama dengan sesama rekannya yang juga berpenampilan sama.
Tak hanya suara instrumen musik, sedikitnya tujuh tarian yang kian jarang terdengar dari beberapa sanggar tari yang ada di kota Solo ambil bagian dalam pentas kali ini. Seperti tari Payung, tari Kidang, tari Yapong, tari Merak Subal, dan tari Rebana dari Semarak Chandra Kirana Art Centre.
Selain itu masih ada juga tari Cipat-Cipit dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). Ada pula tari Topeng Barong Kemamang dari sanggar Jagad Jagalan. Pentas ini merupakan bagian dari Pra Event Solo International Performing Art (SIPA) yang digelar Sabtu (4/6) kemarin.
Salah seorang bocah bocah berusia 8 tahun, Uky, pun menyambut senang gelaran pentas kali ini. Hal ini terlihat dari raut mukanya yang enggan untuk mengedipkan matanya. “Senang aja, mas lihat kesenian seperti itu, “ujar Uky yang didampingi sang Ibu, Wati.
Sementara itu, ditemui di sela-sela pertunjukan, Irawati Kusumarasri, Ketua panitia SIPA 2011, menjelaskan, pihaknya memang sengaja menggelar Pra Event SIPA di pusat perbelanjaan, bukan di ruang terbuka seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal itu ditujukan selain sebagai promosi SIPA juga untuk memasyarakatkan seni dan budaya bangsa, meski di tengah keramaian pusat perbelanjaan sekalipun.
“Sebagaimana dalam tema SIPA tahun ini yaitu seni topeng, dalam pra event ini juga digelar tarian istimewa Glorius Mask yang diiringi jingle SIPA 2011,” paparnya.
Irawati menjelaskan untuk gelaran SIPA yang dihelat untuk ketiga kalinya, pihaknya berjanji akan menyuguhkan pertunjukan yang lebih baik baik dari sisi kualitas pertunjukan, maupun artis penampilnya, dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Rencananya selama SIPA 2011 digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli nanti akan tampil sederet seniman internasional, dan nasional. “Tari dari mancanegara misal seperti grup tari Hahoe Pyloshin Gut Tal-Nori dari Korea, dan Leine Roebana dari Belanda, juga Nomen Est Omen, serta beberapa tarian dari India, Malaysia, Meksiko,” ungkapnya.
Rencananya SIPA tahun ini akan dibuka langsung oleh Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Turut pula meramaikan acara Sruti Respati, Didik Nini Thowok, dan musik Arumba dari saung angklung Mang Udjo, Bandung. Penasaran?
Tak hanya suara instrumen musik, sedikitnya tujuh tarian yang kian jarang terdengar dari beberapa sanggar tari yang ada di kota Solo ambil bagian dalam pentas kali ini. Seperti tari Payung, tari Kidang, tari Yapong, tari Merak Subal, dan tari Rebana dari Semarak Chandra Kirana Art Centre.
Selain itu masih ada juga tari Cipat-Cipit dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). Ada pula tari Topeng Barong Kemamang dari sanggar Jagad Jagalan. Pentas ini merupakan bagian dari Pra Event Solo International Performing Art (SIPA) yang digelar Sabtu (4/6) kemarin.
Salah seorang bocah bocah berusia 8 tahun, Uky, pun menyambut senang gelaran pentas kali ini. Hal ini terlihat dari raut mukanya yang enggan untuk mengedipkan matanya. “Senang aja, mas lihat kesenian seperti itu, “ujar Uky yang didampingi sang Ibu, Wati.
Sementara itu, ditemui di sela-sela pertunjukan, Irawati Kusumarasri, Ketua panitia SIPA 2011, menjelaskan, pihaknya memang sengaja menggelar Pra Event SIPA di pusat perbelanjaan, bukan di ruang terbuka seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal itu ditujukan selain sebagai promosi SIPA juga untuk memasyarakatkan seni dan budaya bangsa, meski di tengah keramaian pusat perbelanjaan sekalipun.
“Sebagaimana dalam tema SIPA tahun ini yaitu seni topeng, dalam pra event ini juga digelar tarian istimewa Glorius Mask yang diiringi jingle SIPA 2011,” paparnya.
Irawati menjelaskan untuk gelaran SIPA yang dihelat untuk ketiga kalinya, pihaknya berjanji akan menyuguhkan pertunjukan yang lebih baik baik dari sisi kualitas pertunjukan, maupun artis penampilnya, dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Rencananya selama SIPA 2011 digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli nanti akan tampil sederet seniman internasional, dan nasional. “Tari dari mancanegara misal seperti grup tari Hahoe Pyloshin Gut Tal-Nori dari Korea, dan Leine Roebana dari Belanda, juga Nomen Est Omen, serta beberapa tarian dari India, Malaysia, Meksiko,” ungkapnya.
Rencananya SIPA tahun ini akan dibuka langsung oleh Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Turut pula meramaikan acara Sruti Respati, Didik Nini Thowok, dan musik Arumba dari saung angklung Mang Udjo, Bandung. Penasaran?
Dua pelajar asal Kota Gaplek, Wonogiri menjadi duta kabupaten untuk mengikuti seleksi Paskibra (pasukan pengibar bendera) Provinsi Jateng tahun ini. Dua pelajar itu adalah Anastasya Putri Devinta, siswi kelas X jurusan Akuntansi Perkantoran (AP) 1 dari SMKN 1 Wonogiri dan Bayu Aji Prasetyo, siswa kelas X 4 SMAN 3 Wonogiri.
Kepala SMAN 3 Wonogiri, Dalimin dan Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Wonogiri, Bagyo Anggono mewakili Kepala SMKN 1 Wonogiri, Achmad Indro Widodo kepada Espos, Minggu (5/6/2011) menyatakan keduanya telah berangkat ke Semarang awal bulan ini. “Kami berharap siswa tersebut lolos selsksi Paskibra tingkat nasional. Prestasi tersebut merupakan kebanggan sekolah,” ujar Dalimin.
Sebuah Event Organizer Wonogiri, Titik Fokus Indonesia (TFI), berencana menggelar kegiatan senam heboh dan lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), Minggu (5/6/2011) besok.
Ketua panitia, Agus Sarsito didampingi wakilnya Alan saat ditemui Espos, Sabtu (4/6/2011), menyebutkan kedua kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti, Wonogiri.
“Kegiatan itu sebagai ajang memeriahkan Hari Jadi ke-270 Pemkab Wonogiri yang jatuh 19 Mei lalu. Kami menargetkan, peserta senam dan mewarna mencapai 500 orang. Semua peserta tidak dipungut beaya atau gratis,” ujar Agus Sarsito.
Ketua panitia, Agus Sarsito didampingi wakilnya Alan saat ditemui Espos, Sabtu (4/6/2011), menyebutkan kedua kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti, Wonogiri.“Kegiatan itu sebagai ajang memeriahkan Hari Jadi ke-270 Pemkab Wonogiri yang jatuh 19 Mei lalu. Kami menargetkan, peserta senam dan mewarna mencapai 500 orang. Semua peserta tidak dipungut beaya atau gratis,” ujar Agus Sarsito.
Manajemen RSUD dr Moewardi bersama Bakorwil II akan menggelar serangkaian bakti sosial (Baksos) guna mengisi peringatan HUT ke-61 Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi, Mulyati menjelaskan ada lima kegiatan yang dihelat yakni khitanan massal, donor darah, pengobatan, operasi katarak dan operasi bibir sumbing. Khitanan massal yang akan digelar Selasa (21/6/2011) mendatang di RSUD dr Moewardi. Sementara donor darah bakal diselenggarakan Rabu (22/6/2011) pukul 08.00 WIB di RSUD dr Moewardi.
Selanjutnya pengobatan untuk 300 orang akan dilakukan di Boyolali Sabtu (25/6/2011) mulai pukul 08.00 WIB. Sedangkan untuk operasi katarak dan bibir sumbing bakal dilangsungkan, Sabtu (2/7/2011) dan Sabtu (9/7/2011) pagi di RSUD dr Moewardi. Mulyati menguraikan syarat mengikuti Baksos berupa surat pengantar tida mampu dari kelurahan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Pendaftaran peserta dibuka mulai Senin (6/6/2011) pekan depan di ruang Subag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi. ”Kegiatan ini mudah-mudahan mendapat apresiasi positif masyarakat,” harap Mulyati kepada Espos baru-baru ini.
Polres Wonogiri, sebelumnya menangkap pengecer dan pengepul toto gelap (Togel), Selasa (31/5), lalu. Kemudian, Kamis (2/6), petugas kembali menangkap penjudi Togel dari dua wilayah berbeda. Ketiganya, Edi Sarjono (36), warga Ngarjosari, Tirtomoyo, Saniman (63) warga Nalangan, Batuwarno dan Trisno (32) warga Dangkrang, Purwantoro. Mereka sekarang mendekam di tahanan Mapolres Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo mengatakan penangkapan berkat informasi dari warga masyarakat. “Tersangka Edi ditangkap di daerah Nalangan, Batuwarno. Informasi dari Saniman akhirnya menunjuk nama Edi. Dari keduanya disita dua handphone milik pelaku dan uang Rp 50.000, satu bendel keplek, buku ramalan dan kertas catatan. Saniman sebagai tambang dan Edi pengepul,” kata Sugiyo, Jumat (3/6).
Tersangka judi lainnya, Trisno ditangkap saat mengedarkan Togel di kawasan Terminal Purwantoro. Penangkapan ini berkat informasi dari warga masyarakat. “Dari hasil penyidikan sementara, bandar berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dan saat ini di sana juga marak Togel,” tambahnya.
Sugiyo mengimbau kepada warga agar tidak percaya dengan oknum yang mengaku Kapolres Wonogiri atau mengaku Kasat Reskrim. Kata dia, setiap ada berita tentang keberhasilan Polres menangkap tersangka judi, ada beberapa warga yang mengaku dihubungi dan diminta sejumlah uang. Agar kasus yang masuk bisa selesai. “Kami minta masyarakat tidak usah menanggapi kalau menerima telepon seperti itu. Kalau ada lagi warga yang menerima, silakan hubungi saya langsung ke nomor 081329585777 atau 0816674357,’’ terangnya.
Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo mengatakan penangkapan berkat informasi dari warga masyarakat. “Tersangka Edi ditangkap di daerah Nalangan, Batuwarno. Informasi dari Saniman akhirnya menunjuk nama Edi. Dari keduanya disita dua handphone milik pelaku dan uang Rp 50.000, satu bendel keplek, buku ramalan dan kertas catatan. Saniman sebagai tambang dan Edi pengepul,” kata Sugiyo, Jumat (3/6).
Tersangka judi lainnya, Trisno ditangkap saat mengedarkan Togel di kawasan Terminal Purwantoro. Penangkapan ini berkat informasi dari warga masyarakat. “Dari hasil penyidikan sementara, bandar berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dan saat ini di sana juga marak Togel,” tambahnya.
Sugiyo mengimbau kepada warga agar tidak percaya dengan oknum yang mengaku Kapolres Wonogiri atau mengaku Kasat Reskrim. Kata dia, setiap ada berita tentang keberhasilan Polres menangkap tersangka judi, ada beberapa warga yang mengaku dihubungi dan diminta sejumlah uang. Agar kasus yang masuk bisa selesai. “Kami minta masyarakat tidak usah menanggapi kalau menerima telepon seperti itu. Kalau ada lagi warga yang menerima, silakan hubungi saya langsung ke nomor 081329585777 atau 0816674357,’’ terangnya.
Tingkat kelulusan SMP/MTs di Wonogiri mencapai 99,75 persen dari 14.582 peserta. Siswa yang tidak lulus sebanyak 36 peserta. Sedangkan di Sukoharjo tingkat kelulusan mencapai 99,16 persen. Dari 11.186 peserta Ujian Nasional (UN) SMP, ada 94 siswa yang tidak lulus. Pengumuman secara resmi akan disampaikan sekolah masing-masing, Sabtu (4/6), hari ini.
Sementara itu, nilai 50 siswa SMP Satu Atap Bugelan Kecamatan Kismantoro, Wonogiri belum keluar. Untuk itu, nasib 50 siswa tersebut belum diketahui apakah lulus semua atau tidak.
Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Suparno menjelaskan sudah melakukan koordinasi dengan provinsi terkait nilai yang belum keluar itu. “Mungkin saja ketlingsut, tapi pastinya apa kami juga tidak tahu. Kami terus koordinasi dengan provinsi. Tapi yang pasti, saat ujian berlangsung semua peserta hadir,” kata Suparno, Jumat (3/6).
Sementara itu, dari 36 peserta yang tidak lulus terdiri dari 28 siswa baik SMPN maupun swasta. Mereka yang tidak lulus akan diberikan dua pilihan yakni mengulang selama setahun atau mengikuti ujian penyetaraan Paket B.
“Secara sistem penilaian seharusnya jumlahnya bisa berkurang karena nilai akhir tidak hanya ditentukan dengan nilai UN saja. Mungkin karena anaknya memang tidak siap. Atau bisa juga karena sekarang tidak ada ujian ulangan,” terang dia.
Serentak
Sementara itu, sebanyak 163 peserta yang mendapat nilai 10 terdiri satu untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, satu untuk bahasa Inggris, 101 untuk Matematika dan 61 siswa untuk mata pelajaran IPA.
Sementara itu, dari Sukoharjo ada sebanyak 94 siswa SMP/MTs dan sederajat tidak lulus. Siswa yang tidak lulus UN tersebut hampir merata baik dari sekolah negeri dan swasta.
Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan, Dwi Atmojo Heri mengatakan angka kelulusan UN SMP mencapai 99,16 persen. “Sebanyak 94 siswa tidak lulus UN dan semuanya berasal dari sekolah negeri dan swasta,” ujar Heri saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (3/6) malam.
Dikatakan Heri, meskipun ada 94 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN persentase kelulusan tahun ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2010 mencapai 96 persen. “Jumlah peserta UN SMP tahun ini mencapai 11.186 siswa dan jumlah ini terbilang cukup banyak dibandingkan tahun 2010,” kata jelas Heri.
Heri mengatakan, untuk pengumuman kelulusan nantinya akan diumumkan serentak, Sabtu (4/6) sore, yang akan diambil orangtua. Kemudian untuk menghindari adanya konvoi dan aksi coret-coret Disdik mengedarkan Surat Edaran (SE) kepada kepala sekolah masing-masing. “Kalau masih ada siswa dan siswi yang melanggar aturan tetap akan ditindak tegas dan kepala sekolah yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, nilai 50 siswa SMP Satu Atap Bugelan Kecamatan Kismantoro, Wonogiri belum keluar. Untuk itu, nasib 50 siswa tersebut belum diketahui apakah lulus semua atau tidak.
Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Suparno menjelaskan sudah melakukan koordinasi dengan provinsi terkait nilai yang belum keluar itu. “Mungkin saja ketlingsut, tapi pastinya apa kami juga tidak tahu. Kami terus koordinasi dengan provinsi. Tapi yang pasti, saat ujian berlangsung semua peserta hadir,” kata Suparno, Jumat (3/6).
Sementara itu, dari 36 peserta yang tidak lulus terdiri dari 28 siswa baik SMPN maupun swasta. Mereka yang tidak lulus akan diberikan dua pilihan yakni mengulang selama setahun atau mengikuti ujian penyetaraan Paket B.
“Secara sistem penilaian seharusnya jumlahnya bisa berkurang karena nilai akhir tidak hanya ditentukan dengan nilai UN saja. Mungkin karena anaknya memang tidak siap. Atau bisa juga karena sekarang tidak ada ujian ulangan,” terang dia.
Serentak
Sementara itu, sebanyak 163 peserta yang mendapat nilai 10 terdiri satu untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, satu untuk bahasa Inggris, 101 untuk Matematika dan 61 siswa untuk mata pelajaran IPA.
Sementara itu, dari Sukoharjo ada sebanyak 94 siswa SMP/MTs dan sederajat tidak lulus. Siswa yang tidak lulus UN tersebut hampir merata baik dari sekolah negeri dan swasta.
Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan, Dwi Atmojo Heri mengatakan angka kelulusan UN SMP mencapai 99,16 persen. “Sebanyak 94 siswa tidak lulus UN dan semuanya berasal dari sekolah negeri dan swasta,” ujar Heri saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (3/6) malam.
Dikatakan Heri, meskipun ada 94 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN persentase kelulusan tahun ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2010 mencapai 96 persen. “Jumlah peserta UN SMP tahun ini mencapai 11.186 siswa dan jumlah ini terbilang cukup banyak dibandingkan tahun 2010,” kata jelas Heri.
Heri mengatakan, untuk pengumuman kelulusan nantinya akan diumumkan serentak, Sabtu (4/6) sore, yang akan diambil orangtua. Kemudian untuk menghindari adanya konvoi dan aksi coret-coret Disdik mengedarkan Surat Edaran (SE) kepada kepala sekolah masing-masing. “Kalau masih ada siswa dan siswi yang melanggar aturan tetap akan ditindak tegas dan kepala sekolah yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana erupsi Gunung Merapi saat ini sudah tidak ada persoalan lagi dan tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden.
"Kemungkinan minggu depan sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi bencana Merapi, saat ini tinggal menunggu tanda tangan Presiden," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Sleman, Jumat (3/6).
Pernyataan tersebut disampaikan seusai meresmikan Fasilitas Umum di shelter korban Merapi, Dusun Kuwang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DIY juga telah mengajukan berakhir masa tanggap darurat bencana Merapi karena tahap rehabilitasi dan rekonstruksi belum bisa dilakukan jika situasi masih darurat.
"Kami berharap agar warga memahami kondisi riil yang terjadi saat ini, jika masa tanggap darurat ini tidak diakhiri maka rehab rekons tidak bisa dilakukan," katanya.
Sultan mengatakan, pemerintah pusat juga sudah menyediakan dana sekitar Rp 2 triliun untuk penanganan pascabencana Merapi ini, tetapi belum bisa dicairkan karena masih masa tanggap darurat.
Sedang pemerintah Provinsi DIY juga akan menyalurkan dana stimulan Rp 30 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk membangun rumah.
"Kemungkinan minggu depan sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi bencana Merapi, saat ini tinggal menunggu tanda tangan Presiden," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Sleman, Jumat (3/6).
Pernyataan tersebut disampaikan seusai meresmikan Fasilitas Umum di shelter korban Merapi, Dusun Kuwang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DIY juga telah mengajukan berakhir masa tanggap darurat bencana Merapi karena tahap rehabilitasi dan rekonstruksi belum bisa dilakukan jika situasi masih darurat.
"Kami berharap agar warga memahami kondisi riil yang terjadi saat ini, jika masa tanggap darurat ini tidak diakhiri maka rehab rekons tidak bisa dilakukan," katanya.
Sultan mengatakan, pemerintah pusat juga sudah menyediakan dana sekitar Rp 2 triliun untuk penanganan pascabencana Merapi ini, tetapi belum bisa dicairkan karena masih masa tanggap darurat.
Sedang pemerintah Provinsi DIY juga akan menyalurkan dana stimulan Rp 30 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk membangun rumah.
Kalangan pengusaha di Kota Solo Jawa Tengah berkesempatan menjajaki pasaran di Switzerland (Swiss). Negara berpanorama pegunungan Alpen tersebut membutuhkan produk agrobisnis dan perikanan yang umumnya ada di Indonesia.
Penawaran ekspansi dagang tersebut mengemuka saat Duta Besar Indonesia untuk Switzerland atau Swiss Djoko Susilo menemui Wali Kota Solo Joko Widodo dan kelompok pengusaha Solo yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Jumat 3 Juni 2011.
Kepada stakeholder perdagangan di Kota Solo, Djoko Susilo menawarkan kepesertaan pameran dagang di Swiss dalam program SIPPO (Swiss Import Promotion Organization).
"Indonesia termasuk negara prioritas bagi Swiss untuk menjalin kerja sama perdagangan. Hanya saja, stand untuk pameran bagi Indonesia selalu kosong," ujar Djoko di Loji Gandrung Solo, Jumat (3/6/2011).
Dikatakannya, Indonesia mendapat jatah lima stan pameran oleh SIPPO. Dalam penawarannya, ia membebaskan jenis dagangan untuk dipamerkan di Swiss, namun utamanya produk kerajinan, tekstil olahan dan mebel. Penawaran itu supaya neracaperdagangan Indonesia-Swiss kembali Aktif.
"Perdagangan kita defisit mencapai Rp2 triliun. Saya berharap pengusaha Solo berdagang di Swiss, apalagi bisa memangkas kerugian sampai 20 persennya," lanjutnya.
Meski demikian, Djoko meminta kapasitas produksi lokal bisa memenuhi pesanan di Swiss.
Penawaran ekspansi dagang tersebut mengemuka saat Duta Besar Indonesia untuk Switzerland atau Swiss Djoko Susilo menemui Wali Kota Solo Joko Widodo dan kelompok pengusaha Solo yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Jumat 3 Juni 2011.
Kepada stakeholder perdagangan di Kota Solo, Djoko Susilo menawarkan kepesertaan pameran dagang di Swiss dalam program SIPPO (Swiss Import Promotion Organization).
"Indonesia termasuk negara prioritas bagi Swiss untuk menjalin kerja sama perdagangan. Hanya saja, stand untuk pameran bagi Indonesia selalu kosong," ujar Djoko di Loji Gandrung Solo, Jumat (3/6/2011).
Dikatakannya, Indonesia mendapat jatah lima stan pameran oleh SIPPO. Dalam penawarannya, ia membebaskan jenis dagangan untuk dipamerkan di Swiss, namun utamanya produk kerajinan, tekstil olahan dan mebel. Penawaran itu supaya neracaperdagangan Indonesia-Swiss kembali Aktif.
"Perdagangan kita defisit mencapai Rp2 triliun. Saya berharap pengusaha Solo berdagang di Swiss, apalagi bisa memangkas kerugian sampai 20 persennya," lanjutnya.
Meski demikian, Djoko meminta kapasitas produksi lokal bisa memenuhi pesanan di Swiss.
Sebanyak 49 Pejabat PD. BPR BKK Wonogiri Kota mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Penilaian Manajemen Resiko, Jumat (3/6/11) sampai Sabtu (4/6/11) di aula BPR BKK Wonogiri Jl Jendral Sudirman No 234 Wonogiri.
Ke 49 pejabat itu antara adalah Pimpinan Cabang PD BPR Kecamatan, Kepala Bidang, Kepala Seksi (Kasi) Pemasaran, Kasi Pelayanan dan Kasubdin PD BPR BKK se Wonogiri. Hadir sebagai nara sumber mantan Pejabat BI yang kini menjabat sebagai anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Drs Wahyudianto.
Direktur PD BPR BKK Wonogiri Kota Sucipto SE mengakui selama ini perusahaan yang dipimpinnya belum menerapkan manajemen resiko. Padahal, menurutnya perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan keuangan riskan dan banyak resiko.
“Contohnya, kredit lancer saja ada resikonya. Apalagi kredit macet, nasabah tidak bayar, itu pasti resiko buat perusahan. Nah untuk menghindari resiko itu kita gelar diklat manejemen resiko,” terang Sucipto.
Hal lain yang sedang digagas oleh Sucipto dalam rangka mendukung kinerja pejabat dan seluruh karyawan PD BPR BKK adalah memanfaatkan sitem kerja online. Persoalaan ini ternyata tidak mudah dilaksanakan di wilayah Wonogiri. Dan masalah On Line disoroti oleh BI.
Faktor wilayah geografis Wonogiri yang luas dan berbukit mengakibatkan system online belum bisa diterapkan di semua Cabang. Paling tidak, beber Sucipto, masih terdapat empat kecamatan yang belum bisa keberja secara online. Yaitu Kecamatan Tirtomoyo, Jatiroto, Batuwarno dan Giritontro.
“Saya akui BI (Bank Indonesia) menyoroti PD BPR BKK Wonogiri Kota. Kita sudah merencanakan system on line itu selesai Agustus mendatang,” ujar Sucipto. Sementara ini, Pimpinan Cabang di empat Kecamatan itu meminjam Kantor Cabang terdekat yang sudah system on line setiap hari setiap membutuhkannya.
Korban bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengalirkan air bersih dari mata air Umbul Wadon dengan menggunakan pipa sejauh sekitar lima kilometer.
"Warga saat ini mulai bisa menikmati air bersih dari Umbul Wadon di hulu Sungai Kuning, dan air tersebut sangat bermanfaat, karena sejak pasokan air dari Palang Merah Indonesia dan pemerintah dihentikan, warga kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, Kamis (2/6).
Menurut dia, memang saat ini belum semua dusun bisa teraliri air bersih melalui jaringan pipa sejauh itu, karena keterbatasan pipa dan lokasi dusun yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan lahar panas Merapi.
"Saat ini air bersih baru bisa mengalir ke tiga dusun yaitu Kopeng, Batur serta Pagerjurang, dan kami dengan swadaya maupun bantuan dari pemerintah serta donatur terus mengupayakan agar air bersih dapat menjangkau seluruh dusun," katanya.
Ia mengatakan pemasangan jaringan pipa tersebut dilakukan warga secara gotong-royong dengan bantuan pengadaan pipa dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Yayasan Terang dan Garam Jakarta dan Jawa Barat. "Debit air dari sumber mata air Umbul Wadon cukup besar, yakni lima liter per detik," katanya.
Sekretaris Desa Kepuharjo Tulus Budi Wiratno mengatakan saat ini warga masyarakat tidak lagi berebut air bersih.
"Warga saat ini mulai bisa menikmati air bersih dari Umbul Wadon di hulu Sungai Kuning, dan air tersebut sangat bermanfaat, karena sejak pasokan air dari Palang Merah Indonesia dan pemerintah dihentikan, warga kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, Kamis (2/6).
Menurut dia, memang saat ini belum semua dusun bisa teraliri air bersih melalui jaringan pipa sejauh itu, karena keterbatasan pipa dan lokasi dusun yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan lahar panas Merapi.
"Saat ini air bersih baru bisa mengalir ke tiga dusun yaitu Kopeng, Batur serta Pagerjurang, dan kami dengan swadaya maupun bantuan dari pemerintah serta donatur terus mengupayakan agar air bersih dapat menjangkau seluruh dusun," katanya.
Ia mengatakan pemasangan jaringan pipa tersebut dilakukan warga secara gotong-royong dengan bantuan pengadaan pipa dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Yayasan Terang dan Garam Jakarta dan Jawa Barat. "Debit air dari sumber mata air Umbul Wadon cukup besar, yakni lima liter per detik," katanya.
Sekretaris Desa Kepuharjo Tulus Budi Wiratno mengatakan saat ini warga masyarakat tidak lagi berebut air bersih.
Selama masa libur panjang akhir pekan atau long-week end ini, volume sampah di Kota Solo diperkirakan meningkat sekitar 3% hingga 6% dibanding hari biasanya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo, Satriyo Teguh Subroto , Jumat (3/6). “Peningkatan volume sampah sekitar 3% hingga 6% dari hari-hari biasa yang rata-rata mencapai 260 ton/hari. Sebab Kota Solo sekarang memang menjadi salah satu kota tujuan bagi masyarakat untuk berlibur. Dan hal itu tentu membawa efek pada meningkatnya volume sampah untuk kota,” papar Satriyo.
Peningkatan volume sampah yang terjadi tahun ini, diperkirakan Satriyo bahkan akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal itu mengingat ada sejumlah kegiatan tingkat nasional dan internasional yang diselenggarakan di Kota Solo sepanjang tahun ini.
“Selain momentum Lebaran, Natal dan Tahun Baru, ada berbagai kegiatan tingkat nasional, bahkan tingkat internasional yang digelar di Solo sepanjang tahun ini. Contohnya saat Pekan Informasi Nasional (PIN) kemarin, lalu nanti ada Konferensi Kota Layak Anak tingkat Asia-Pasifik, kemudian nanti ada pula penyelenggaraan ParaGames dan sejumlah kegiatan lainnya yang menyumbang peningkatan volume sampah kota,” papar Satriyo.
Padahal kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang menjadi pusat pembuangan sampah di Kota Solo sudah sangat kritis. Hingga kini, persoalan pengelolaan sampah di TPA yang berlokasi di Mojosongo, Jebres itu belum dapat tertangani lantaran proses lelang pengelolaan oleh pihak swasta tak kunjung terealisasi.
“Kalau kritis ya sudah terjadi sekitar empat tahun yang lalu, sekarang sudah sangat sangat kritis. Saat ini lahan yang tersisa hanya tinggal 2 hektare (ha). Dan diperkirakan kalau tidak segera ditangani dengan pengelolaan yang baik, dua tahun mendatang lahannya habis,” ungkap Satriyo.
Satriyo mengatakan dengan belum terealisasinya lelang pengelolaan TPA Putri Cempo tersebut, penanganan yang bisa dilakukan secara konvensional. DKP saat ini baru sebatas menyewa peralatan berat.
“Menggunakan buldoser dan wheel loader. Alat-alat itu kami sewa, setahunnya Rp 160 juta,” jelasnya. Namun Satriyo memrediksi, cara semacam itu hanya bertahan maksimal dua tahun mendatang.
Beredarnya selepan atau penggilingan beras keliling hingga pelosok desa dikeluhkan pemilik penggilingan beras yang menetap atau permanen karena mematikan usaha mereka. Agar tak saling berbenturan, gerak selepan keliling itu akan dibatasi dengan Perda.
“Raperda yang akan disahkan menjadi Perda tentang izin gangguan sudah selesai dibahas oleh DPRD, di dalamnya antara lain mengatur usaha keliling seperti selepan keliling, penggergajian kayu, pemipil jagung dan pengupas kedelai,” terang Ketua DPRD Grobogan M Yaeni SH, Jumat (3/6). Nantinya, lanjut M Yaeni, dalam menjalankan usahanya para pemilik selepan keliling harus memenuhi beberapa ketentuan, seperti harus menggunakan penutup setidak-tidaknya dari terpal sehingga dapat melindungi lingkungan dari polusi atau limbah yang dihasilkan.
“Kemudian di Raperda tersebut diatur juga, usaha keliling hanya dijinkan melakukan kegiatan di wilayah yang tidak terdapat perusahaan yang mempergunakan mesin dan menempati bangunan permanen, dan atau tidak terdapat usaha keliling jenis yang sama. Sehingga tidak merugikan pemilik usaha yang telah ada,” ungkap M Yaeni.
Ketentuan lain yang juga harus ditaati saat menjalankan usaha selepan keliling, tambah M Yaeni, adalah harus memperoleh persetujuan dari kepala lingkungan/kepala dusun dan tetangga yang terdekat pada saat kegiatan usaha dijalankan.
Disebutkan dalam pasal 27 Raperda izin gangguan tersebut, sambungnya, bahwa pada saat melintasi jalan umum harus menggunakan atau ditarik kendaraan laik jalan. “Jadi tidak seperti saat ini, pemilik usaha keliling tersebut menempatkan mesin penggiling menyatu dengan mesin penarik,” paparnya.
Diharapkan dalam waktu Raperda tentang izin gangguan ini bisa segera disahkan menjadi Perda. Sehingga jika ada pelanggaran bisa segera diambil tindakan berupa penutupan usaha keliling tersebut. “Tentunya sebelum ditutup ada beberapa tahapan berupa teguran hingga tiga kali dari dinas terkait,” tandas M Yaeni.
“Raperda yang akan disahkan menjadi Perda tentang izin gangguan sudah selesai dibahas oleh DPRD, di dalamnya antara lain mengatur usaha keliling seperti selepan keliling, penggergajian kayu, pemipil jagung dan pengupas kedelai,” terang Ketua DPRD Grobogan M Yaeni SH, Jumat (3/6). Nantinya, lanjut M Yaeni, dalam menjalankan usahanya para pemilik selepan keliling harus memenuhi beberapa ketentuan, seperti harus menggunakan penutup setidak-tidaknya dari terpal sehingga dapat melindungi lingkungan dari polusi atau limbah yang dihasilkan.
“Kemudian di Raperda tersebut diatur juga, usaha keliling hanya dijinkan melakukan kegiatan di wilayah yang tidak terdapat perusahaan yang mempergunakan mesin dan menempati bangunan permanen, dan atau tidak terdapat usaha keliling jenis yang sama. Sehingga tidak merugikan pemilik usaha yang telah ada,” ungkap M Yaeni.
Ketentuan lain yang juga harus ditaati saat menjalankan usaha selepan keliling, tambah M Yaeni, adalah harus memperoleh persetujuan dari kepala lingkungan/kepala dusun dan tetangga yang terdekat pada saat kegiatan usaha dijalankan.
Disebutkan dalam pasal 27 Raperda izin gangguan tersebut, sambungnya, bahwa pada saat melintasi jalan umum harus menggunakan atau ditarik kendaraan laik jalan. “Jadi tidak seperti saat ini, pemilik usaha keliling tersebut menempatkan mesin penggiling menyatu dengan mesin penarik,” paparnya.
Diharapkan dalam waktu Raperda tentang izin gangguan ini bisa segera disahkan menjadi Perda. Sehingga jika ada pelanggaran bisa segera diambil tindakan berupa penutupan usaha keliling tersebut. “Tentunya sebelum ditutup ada beberapa tahapan berupa teguran hingga tiga kali dari dinas terkait,” tandas M Yaeni.
Gunung Dieng di Provinsi Jawa Tengah dilabeli status Siaga sejak 29 Mei lalu. Di tengah kondisi Dieng yang belum menentu, sejumlah peralatan pemantau gempa malah dicuri. “Dalam kondisi Dieng yang belum menentu, alat yang terpasang pagi tadi hilang dicuri orang yang tak bertanggung jawab,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief, mengutip Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono dalam pesan singkatnya, Jumat (3/6/2011).
Untuk memantau aktivitas kegempaan gunung tersebut, terpaksa peralatan serupa didatangkan dari Bandung. “Pihak PVMBG segera ambil tambahan 3 sistem peralatan pemantau gempa dari Bandung,” imbuh Andi.
Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Gunung tersebut memiliki beberapa kawah. Kawah-kawah aktif yang dipantau adalah Candradimuka, Sibanteng, Siglagah, Sikendang yang berpotensi gas beracun, Sikidang, Sileri, Sinila dan Timbang yang sama-sama berpotensi mengeluarkan gas beracun.
Dengan meningkatnya aktivitas gunung ini, terdapat aliran gas yang mengalir sejauh 50 meter ke arah selatan. Erupsi sifatnya preatik karena ada kandungan lumpur, gas dan uap. Akibat meningkatnya aktivitas gunung yang memicu keluarnya gas berbahaya, lebih dari 1.000 warga mengungsi.
ingkat kelulusan ujian nasional (UN) tingkat SLTP di Wonogiri tahun ini mencapai 99,75% atau turun sekitar 0,12% dibanding tahun lalu. Salah satu penyebab penurunan itu adalah tidak adanya UN ulang.
Selain itu, jumlah siswa yang tak lulus tahun ini juga mengalami kenaikan di banding tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah siswa tak lulus UN sebanyak 36 siswa, sementara pada tahun lalu hanya 19 siswa. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, H Suparno saat ditemui Espos di sela-sela penyerahan hasil UN oleh Kasi Kurikulum bidang SMP/SMA Disdik Wonogiri, Tariyo, di Aula Disdik, Jumat (3/6). Penyerahan hasil UN dihadiri kepala sekolah ataupun perawakilan dari SMP se-Wonogiri. Lebih lanjut H Suparno yang didampingi Kabid SMP/SMA, Disdik Wonogiri, Tunggal Widodo, menyatakan, ke-36 siswa yang tak lulus terbagi atas, siswa SMP sebanyak 28 siswa, siswa SMP Terbuka sebanyak 3 siswa dan siswa MTs sebanyak 5 siswa.
Selain itu, Suparno juga menyatakan peraih nilai 10 sebanyak 164 siswa. Ke-164 itu terbagi atas Mapel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing seorang siswa, Mapel Matematika sebanyak 101 siswa dan Mapel IPA sebanyak 61 siswa. Mantan Kepala SMAN 2 RSBI Wonogiri menjelaskan, pihaknya hingga kini masih menunggu hasil UN para siswa SMPN 4 Satu Atap Kismantoro. Menurutnya, sebanyak 50 siswa SMPN 4 Satu Atap belum bisa mengetahui hasil UN dikarenakan hasilnya belum dikirim ke Disdik Wonogiri.
“Kesalahan itu murni kesalahan Disdik provinsi sebab berkas dari Wonogiri sudah lengkap. Kami setiap jam memantau lewat telepon agar hasil UN SMPN 4 Satu Atap Kismantoro segera dikirim ke Wonogiri. Tadi kami juga menyampaikan kepada Kepala SMPN 4 Satu Atap Kismantoro agar tetap mengumumkan hasilnya besok Sabtu,” jelasnya.
Pada bagian lain, mantan Kepala SMAN 1 Girimarto itu menegaskan, pihaknya melarang aksi konvoi dan corat-coret saat merayakan kelulusan. “Budaya konvoi dan corat-coret tidak baik. Lebih baik semua siswa segera merenung kembali untuk mencari sekolah yang lebih tinggi. Sedangkan baju yang tak terpakai bisa diserahkan ke sekolah untuk disalurkan kepada rakyat yang membutuhkan.”
Suparno juga meminta pihak sekolah mendata dan mendaftarkan siswa tak lulus ke Paket B. Berdasar pemantauan Espos seusai menerima amplop berisi hasil UN sebagian kepala sekolah tersenyum lebar, sebagian lagi enggan membuka amplop dan dua kepala sekolah terlihat melakukan sujud syukur. Seperti yang dilakukan Kepala MTs Sudirman, Ngadirojo, Barki. Dia melakukan sujud syukur seusai membuka amplop hasil UN.
Sambil mata berkaca-kaca, Barki mengucap syukur karena 39 siswanya lulus semua. Hasil 100% juga disyukuri oleh Kepala SMPN 1 RSBI Wonogiri, H Kusman, Kepala SMPN 1 Eromoko, Lulik Ambarwati, Kepala SMPN 2 Eromoko, Warno ataupun Kepala SMPN 2 Ngadirojo, Hartanto.
Menurut Hartanto hasil tersebut juga mengangkat peringkat sekolah menjadi di posisi ke-21 atau naik sembilan tangga dibanding tahun lalu. Sedang, Kepala SMPN 1 RSBI Wonogiri, H Kusman menjelaskan, ke-179 siswanya lulus semua. “Nilai 10 sebanyak 45 siswa, terbagi atas Mapel IPA sebanyak 10 anak dan Mapel Matematika sebanyak 35 anak. Pelepasan siswa kami jadwalkan sepekan kemudian,” ujarnya.
Selain itu, jumlah siswa yang tak lulus tahun ini juga mengalami kenaikan di banding tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah siswa tak lulus UN sebanyak 36 siswa, sementara pada tahun lalu hanya 19 siswa. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, H Suparno saat ditemui Espos di sela-sela penyerahan hasil UN oleh Kasi Kurikulum bidang SMP/SMA Disdik Wonogiri, Tariyo, di Aula Disdik, Jumat (3/6). Penyerahan hasil UN dihadiri kepala sekolah ataupun perawakilan dari SMP se-Wonogiri. Lebih lanjut H Suparno yang didampingi Kabid SMP/SMA, Disdik Wonogiri, Tunggal Widodo, menyatakan, ke-36 siswa yang tak lulus terbagi atas, siswa SMP sebanyak 28 siswa, siswa SMP Terbuka sebanyak 3 siswa dan siswa MTs sebanyak 5 siswa.
Selain itu, Suparno juga menyatakan peraih nilai 10 sebanyak 164 siswa. Ke-164 itu terbagi atas Mapel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing seorang siswa, Mapel Matematika sebanyak 101 siswa dan Mapel IPA sebanyak 61 siswa. Mantan Kepala SMAN 2 RSBI Wonogiri menjelaskan, pihaknya hingga kini masih menunggu hasil UN para siswa SMPN 4 Satu Atap Kismantoro. Menurutnya, sebanyak 50 siswa SMPN 4 Satu Atap belum bisa mengetahui hasil UN dikarenakan hasilnya belum dikirim ke Disdik Wonogiri.
“Kesalahan itu murni kesalahan Disdik provinsi sebab berkas dari Wonogiri sudah lengkap. Kami setiap jam memantau lewat telepon agar hasil UN SMPN 4 Satu Atap Kismantoro segera dikirim ke Wonogiri. Tadi kami juga menyampaikan kepada Kepala SMPN 4 Satu Atap Kismantoro agar tetap mengumumkan hasilnya besok Sabtu,” jelasnya.
Pada bagian lain, mantan Kepala SMAN 1 Girimarto itu menegaskan, pihaknya melarang aksi konvoi dan corat-coret saat merayakan kelulusan. “Budaya konvoi dan corat-coret tidak baik. Lebih baik semua siswa segera merenung kembali untuk mencari sekolah yang lebih tinggi. Sedangkan baju yang tak terpakai bisa diserahkan ke sekolah untuk disalurkan kepada rakyat yang membutuhkan.”
Suparno juga meminta pihak sekolah mendata dan mendaftarkan siswa tak lulus ke Paket B. Berdasar pemantauan Espos seusai menerima amplop berisi hasil UN sebagian kepala sekolah tersenyum lebar, sebagian lagi enggan membuka amplop dan dua kepala sekolah terlihat melakukan sujud syukur. Seperti yang dilakukan Kepala MTs Sudirman, Ngadirojo, Barki. Dia melakukan sujud syukur seusai membuka amplop hasil UN.
Sambil mata berkaca-kaca, Barki mengucap syukur karena 39 siswanya lulus semua. Hasil 100% juga disyukuri oleh Kepala SMPN 1 RSBI Wonogiri, H Kusman, Kepala SMPN 1 Eromoko, Lulik Ambarwati, Kepala SMPN 2 Eromoko, Warno ataupun Kepala SMPN 2 Ngadirojo, Hartanto.
Menurut Hartanto hasil tersebut juga mengangkat peringkat sekolah menjadi di posisi ke-21 atau naik sembilan tangga dibanding tahun lalu. Sedang, Kepala SMPN 1 RSBI Wonogiri, H Kusman menjelaskan, ke-179 siswanya lulus semua. “Nilai 10 sebanyak 45 siswa, terbagi atas Mapel IPA sebanyak 10 anak dan Mapel Matematika sebanyak 35 anak. Pelepasan siswa kami jadwalkan sepekan kemudian,” ujarnya.
Jembatan rel kereta api (KA) atau dikenal dengan sebutan Kreteg Bang yang melintang di atas jalan protokol, Jl A Yani, Wonogiri diusulkan direhab. Selama ini, jembatan itu dinilai cukup rawan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Suwargiyanto, mewakili Kepala Dishubkominfo, Ige Budiyanto kepada wartawan, Jumat (3/6/2011) mengungkapkan usulan rehab jembatan itu sudah diajukan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Maret 2011 lalu dan sudah mendapat persetujuan. “Kamis (9/6/2011) mendatang kami berencana mengundang rapat instansi terkait untuk membahas teknisnya. Kami mengusulkan beberapa hal di antaranya peninggian jembatan rel dan pelebaran jalan di bawahnya,” kata Suwaryanto.
Menurut Totok selama ini, keberadaan jembatan itu kerap menjadi kendala bagi kendaraan-kendaraan besar seperti trailer atau truk tronton untuk masuk. Bahkan bus ber-AC pun kerap waswas melintas di jalan itu karena takut bagian atasnya terantuk jembatan. “Karena itu, salah satu usulan kami adalah jembatan ditinggikan dari kondisi sekarang 4,5 meter dari permukaan jalan, menjadi 4,7 meter atau lima meter,” imbuh Totok.
Gerbong mutasi pejabat di Pemkab Wonogiri segera berjalan kembali. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mewakili Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) telah mengirimkan 12 nama calon ke Gubernur Jateng untuk mengisi empat jabatan eselon II yang kini kosong. Kepala BKD Wonogiri, Rumanti Permanandyah, kepada wartawan, Jumat (3/6/2011) mengungkapkan 12 nama calon pengisi empat jabatan eselon II yang kosong itu telah dikirimkan Senin (30/5/2011) lalu . Meski demikian ia menolak membeberkan nama-nama calon tersebut. Diperkirakan baru pekan depan ada jawaban dari Gubernur mengenai calon-calon yang disetujui.
“Kami mengirimkan 12 nama karena untuk setiap jabatan harus ada tiga calon. Sampai saat ini kami masih menunggu persetujuan dari Gubernur, mungkin baru pekan depan. Setelah itu, baru dilakukan pelantikan,” ungkap Rumanti.
Pemerintah Kota Yogyakarta akan segera melaksanakan pembangunan fisik Jembatan Kleringan yang ditujukan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di Jalan Malioboro, khususnya saat memasuki masa libur panjang.
"Kami sedang melakukan persiapan pembangunan Jembatan Kleringan dan masih menunggu Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk bisa memulai pekerjaan," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Kamis (2/6).
Menurut dia, SPMK tersebut akan turun setelah kontrak ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen pada pekerjaan yang menelan dana sekitar Rp 12 miliar tersebut.
Ia berharap, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dapat berlangsung sesuai target yaitu enam bulan sehingga dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
"Harapan kami, pihak ketiga yang memenangkan lelang pembangunan fisik jembatan juga bekerja secara serius. Apalagi, Pemerintah Provinsi DIY juga memiliki andil dalam pembiayaannya," katanya.
Toto meyakini, proses pembangunan Jembatan Kleringan tersebut dapat berlangsung dengan cepat, karena pihak ketiga akan memanfaatkan beton cetak sehingga tinggal melakukan pemasangan.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengendalian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Edy Muhammad membenarkan sudah melimpahkan hasil pelelangan fisik pembangunan Jembatan Kleringan kepada Dinas Kimpraswil.
Pemenang lelang pembangunan fisik Jembatan Kleringan berasal dari Pati, Jawa Tengah, karena bersikap responsif, seperti memenuhi syarat administrasi, seleksi teknis, evaluasi biaya, dan koreksi aritmatik terendah.
"Pemenang lelang tidak didasarkan pada harga penawaran terendah saja. Kami juga melakukan evaluasi terhadap latar belakang penawar," katanya yang menyebut terdapat 13 perusahaan yang mengikuti pelelangan fisik.
"Kami sedang melakukan persiapan pembangunan Jembatan Kleringan dan masih menunggu Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk bisa memulai pekerjaan," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Kamis (2/6).
Menurut dia, SPMK tersebut akan turun setelah kontrak ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen pada pekerjaan yang menelan dana sekitar Rp 12 miliar tersebut.
Ia berharap, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dapat berlangsung sesuai target yaitu enam bulan sehingga dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
"Harapan kami, pihak ketiga yang memenangkan lelang pembangunan fisik jembatan juga bekerja secara serius. Apalagi, Pemerintah Provinsi DIY juga memiliki andil dalam pembiayaannya," katanya.
Toto meyakini, proses pembangunan Jembatan Kleringan tersebut dapat berlangsung dengan cepat, karena pihak ketiga akan memanfaatkan beton cetak sehingga tinggal melakukan pemasangan.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengendalian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Edy Muhammad membenarkan sudah melimpahkan hasil pelelangan fisik pembangunan Jembatan Kleringan kepada Dinas Kimpraswil.
Pemenang lelang pembangunan fisik Jembatan Kleringan berasal dari Pati, Jawa Tengah, karena bersikap responsif, seperti memenuhi syarat administrasi, seleksi teknis, evaluasi biaya, dan koreksi aritmatik terendah.
"Pemenang lelang tidak didasarkan pada harga penawaran terendah saja. Kami juga melakukan evaluasi terhadap latar belakang penawar," katanya yang menyebut terdapat 13 perusahaan yang mengikuti pelelangan fisik.
Hama wereng coklat yang menyerang lahan pertanian di Selogiri, Wonogiri sejak setahunan lalu hingga kini belum juga teratasi. Bahkan ada petani yang putus asa karena sering gagal panen akhirnya membiarkan saja lahannya tak terurus. Salah satunya terlihat di sepanjang jalan dari Krisak menuju Jendi. Namun ada satu areal yang tampak berbeda. Saat Espos, melintasi daerah itu, Kamis (2/6/2011), nuansa hijau menyegarkan tampak di tengah lautan rumput liar dan lahan gersang. Bukan tanaman padi melainkan daun semangka. Dua petani tampak asyik memangkas ranting-ranting kecil di antara daun-daun yang mengganggu pembuahan. Petani tersebut Masturi dan Nur Solichin, mengaku datang dari Purwodadi karena ingin mengadu untung dengan menanam semangka. “Saya menyewa lahan ini dari seorang petani untuk satu kali tanam. Luasnya 2,25 ha. Kebetulan cuacanya mendukung, hujan mulai jarang jadi pertumbuhannya sangat bagus,” ungkap Masturi.
Sejauh ini, kata Masturi, tanaman semangkanya tumbuh dengan sangat bagus. “Di tempat asal saya, Purwodadi, petani bertanam selang-seling, padi, semangka, padi, semangka, demikian seterusnya, dan hasil panennya selalu bagus. Keuntungan dari semangka memang tidak sebesar menanam padi. Tapi untuk memelihara kesuburan tanah dalam jangka panjang, itu bisa jadi alternatif,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selogiri, Joko Sutopo alias Jekek berniat mengajak semua pihak, pemerintah dan para petani untuk berkoordinasi mengenai upaya memutus siklus wereng. “Mungkin menanam semangka seperti yang dilakukan petani dari Purwodadi itu bisa jadi bahan masukan,” jelasnya.
Sejumlah pengelola parkir hasil penunjukan langsung Pemkot Solo dikenai sanksi denda 2% dari total pemasukan parkir. Penyebabnya, mereka selalu menunggak setoran retribusi parkir tiap bulannya. ”Ya itu sudah konsekuensinya. Aturan kan harus tetap ditegakkan,” ujar Kepala UPTD Perparkiran Solo, Anindita Prayogo, saat dihubungi Espos, Kamis (2/6).
Informasi yang dihimpun Espos, sejumlah pengelola parkir di Kota Solo kerap telat menyetorkan uang retribusi ke UPTD Perpakiran Solo. Sebagian dari pengelola parkir tersebut bahkan diganti oleh pengelola parkir lainnya lantaran membikin seret pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu pengelola parkir, Lasbianto, mengaku pernah membayarkan denda senilai hampir Rp 30 juta lantaran harus menggantikan pengelola parkir lama yang bermasalah. ”Saya memang diminta Dishub untuk mengambil alih pengelola parkir lama karena 11 bulan tak setor. Ya, mau tak mau saya harus keluarkan uang juga,” kata dia.
Menurut pengelola parkir di sejumlah titik itu, seretnya pembayaran retribusi oleh pengelola parkir ke Pemkot Solo sebenarnya tak perlu terjadi jika sejak awal diserahkan kepada orang yang berkompeten. Sebab, kata dia, mengelola parkir adalah pekerjaan ketekunan. ”Kalau yang memegang parkir diserahkan kepada orang asal-asalan, ya begitu akibatnya,” katanya.
Menanggapi hal itu, Anindita mengaku berjanji akan melakukan pembinaan kepada pengelola parkir atau juru parkirnya. Dia menyebutkan sejumlah pengelola parkir yang kerap menunggak pembayaran tersebar di sejumlah titik. Mereka rata-rata mengaku karena pemasukan kecil sehingga terpaksa menunggak setoran.
”Mereka ada di sejumlah titik parkir. Ada yang karena musim hujan sehingga pemasukan sedikit. Kalau sudah begitu alasanya, ya kami tak bisa apa-apa. Namun, tetap kami denda,” jelasnya. Hingga akhir Mei, kata Anindita, PAD dari sektor parkir telah mencapai 56% dari target senilai Rp 2 miliar. Target tersebut naik sekitar Rp 100 juta dari target sebelumnya senilai Rp 1,9 miliar.
Informasi yang dihimpun Espos, sejumlah pengelola parkir di Kota Solo kerap telat menyetorkan uang retribusi ke UPTD Perpakiran Solo. Sebagian dari pengelola parkir tersebut bahkan diganti oleh pengelola parkir lainnya lantaran membikin seret pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu pengelola parkir, Lasbianto, mengaku pernah membayarkan denda senilai hampir Rp 30 juta lantaran harus menggantikan pengelola parkir lama yang bermasalah. ”Saya memang diminta Dishub untuk mengambil alih pengelola parkir lama karena 11 bulan tak setor. Ya, mau tak mau saya harus keluarkan uang juga,” kata dia.
Menurut pengelola parkir di sejumlah titik itu, seretnya pembayaran retribusi oleh pengelola parkir ke Pemkot Solo sebenarnya tak perlu terjadi jika sejak awal diserahkan kepada orang yang berkompeten. Sebab, kata dia, mengelola parkir adalah pekerjaan ketekunan. ”Kalau yang memegang parkir diserahkan kepada orang asal-asalan, ya begitu akibatnya,” katanya.
Menanggapi hal itu, Anindita mengaku berjanji akan melakukan pembinaan kepada pengelola parkir atau juru parkirnya. Dia menyebutkan sejumlah pengelola parkir yang kerap menunggak pembayaran tersebar di sejumlah titik. Mereka rata-rata mengaku karena pemasukan kecil sehingga terpaksa menunggak setoran.
”Mereka ada di sejumlah titik parkir. Ada yang karena musim hujan sehingga pemasukan sedikit. Kalau sudah begitu alasanya, ya kami tak bisa apa-apa. Namun, tetap kami denda,” jelasnya. Hingga akhir Mei, kata Anindita, PAD dari sektor parkir telah mencapai 56% dari target senilai Rp 2 miliar. Target tersebut naik sekitar Rp 100 juta dari target sebelumnya senilai Rp 1,9 miliar.
Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini.yaitu Rusia,Indonesia dan India.di India rudal ini dinamakan Brahmos,karena India sendiri mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini di India.rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara.rudal ini dapat ditembakkan di lewat Darat,Laut(Kapal Perang) dan Pesawat Tempur.namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat.karena rudal in sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan di pesawat tempur.
Indonesia memiliki rudal ini sejak tahun 2007 dan bulan kemarin diadakan Uji Coba Rudal Yakhont di Selat Sunda dengan sasaran nya KRI Teluk Bayur yang sudah dihapuskan dari kekuatan TNI-AL.
tidak dijelaskan berapa rudal yang dimiliki indonesia saat ini,namun jika dilihat dari perhitungan matematis bahwa rudal ini telah dipasang di 4 KRI di indonesia dan kedepan nya akan bertambah,dan setiap KRI dipasang 4 Rudal Yakhont.
untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan.
Indonesia memiliki rudal ini sejak tahun 2007 dan bulan kemarin diadakan Uji Coba Rudal Yakhont di Selat Sunda dengan sasaran nya KRI Teluk Bayur yang sudah dihapuskan dari kekuatan TNI-AL.
tidak dijelaskan berapa rudal yang dimiliki indonesia saat ini,namun jika dilihat dari perhitungan matematis bahwa rudal ini telah dipasang di 4 KRI di indonesia dan kedepan nya akan bertambah,dan setiap KRI dipasang 4 Rudal Yakhont.
untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan.
Islamic Corporation for the Development of Private Sector dari Arab Saudi siap menggelontorkan pinjaman senilai US$140 juta untuk pengembangan pabrik bahan fiber. Hal itu dilontarkan Chief Executive Officer Islamic Corporation for the Development of Private Sector, Khaled M Al-Aboodi, saat berkunjung ke PT Sritex, Sukoharjo, Kamis (2/6) siang.
“Sebenarnya tim kami sudah datang Oktober lalu. Mengenai pinjaman, kami sudah menandatanganinya di depan Menkeu tiga pekan lalu,” katanya, merujuk pada penekenan kesepakatan dengan Presiden Komisaris PT Sritex, H Lukminto. Dia mengatakan minat menaruh pinjaman terhadap pemilik perusahaan tekstil itu diperuntukkan memenuhi kepentingan ekspansi dan pengembangan. Dia menganggap hal itu akan memberi kontribusi besar kepada ekspor ke negara lain. Khaled menjelaskan finalisasi pinjaman itu akan menginjak masa finalisasi beberapa bulan mendatang. Saat ditanya mengenai jangka waktu pinjaman itu, Khaled menjawab hal itu nanti disesuaikan kebutuhan.
Selain menyampaikan hal itu, dia dan sejumlah rombongan berkeliling ke sejumlah gedung PT Sritex. Dia mengaku kunjungan itu digunakan untuk mempelajari perusahaan itu. Dia berharap melalui kucuran pinjaman itu, ekspansi perusahaan berlangsung, sekaligus penciptaan lapangan kerja berfasilitas baru yang berkapasitas di Indonesia.
Sementara, Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Setyawan Lukminto, mengatakan pinjaman itu akan digunakan sebagai dana pengembangan, yakni pembangunan PT Rayon. “Nanti digunakan untuk pengembangan Rayon dan seterusnya,” jelasnya. Dia menargetkan pembangungan unit perusahaan baru itu dipatok selesai dalam jangka waktu dua tahun. Iwan memaparkan unit perusahaan itu akan bergerak dalam produksi serat berbahan fiber. Iwan dan rombongan dari Arab Saudi selanjutnya meninjau wilayah yang rencananya dipilih sebagai tempat pengembangan itu, salah satunya adalah daerah Gupit, Nguter, Sukoharjo.
“Sebenarnya tim kami sudah datang Oktober lalu. Mengenai pinjaman, kami sudah menandatanganinya di depan Menkeu tiga pekan lalu,” katanya, merujuk pada penekenan kesepakatan dengan Presiden Komisaris PT Sritex, H Lukminto. Dia mengatakan minat menaruh pinjaman terhadap pemilik perusahaan tekstil itu diperuntukkan memenuhi kepentingan ekspansi dan pengembangan. Dia menganggap hal itu akan memberi kontribusi besar kepada ekspor ke negara lain. Khaled menjelaskan finalisasi pinjaman itu akan menginjak masa finalisasi beberapa bulan mendatang. Saat ditanya mengenai jangka waktu pinjaman itu, Khaled menjawab hal itu nanti disesuaikan kebutuhan.
Selain menyampaikan hal itu, dia dan sejumlah rombongan berkeliling ke sejumlah gedung PT Sritex. Dia mengaku kunjungan itu digunakan untuk mempelajari perusahaan itu. Dia berharap melalui kucuran pinjaman itu, ekspansi perusahaan berlangsung, sekaligus penciptaan lapangan kerja berfasilitas baru yang berkapasitas di Indonesia.
Sementara, Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Setyawan Lukminto, mengatakan pinjaman itu akan digunakan sebagai dana pengembangan, yakni pembangunan PT Rayon. “Nanti digunakan untuk pengembangan Rayon dan seterusnya,” jelasnya. Dia menargetkan pembangungan unit perusahaan baru itu dipatok selesai dalam jangka waktu dua tahun. Iwan memaparkan unit perusahaan itu akan bergerak dalam produksi serat berbahan fiber. Iwan dan rombongan dari Arab Saudi selanjutnya meninjau wilayah yang rencananya dipilih sebagai tempat pengembangan itu, salah satunya adalah daerah Gupit, Nguter, Sukoharjo.
Promosi investasi yang dicanangkan Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto terlihat menuju arah positif. Terbukti selama enam bulan terakhir, permohonan izin usaha ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan kurun waktu yang sama sebelumnya.
Keterangan yang diperoleh Espos dari KPPT Wonogiri, sejak Desember 2010-Mei 2011 tercatat ada 590 pengajuan izin usaha baru dengan nilai total investasi mencapai Rp 75,157 miliar. Sementara pada kurun waktu yang hampir sama mulai Juli-November 2010, hanya ada 322 pengajuan izin usaha baru yang masuk dengan nilai investasi Rp 35,476 miliar. Kepala KPPT Wonogiri, Agus Mulyadi, kepada wartawan, Kamis (2/6), mengungkapkan skala usaha yang mengajukan izin itu bervariasi. Mulai industri rumah tangga hingga pabrik berinvestasi besar. “Ada dua permohonan izin usaha yang tergolong besar, yakni pabrik garmen dan pabrik tapioka. Izin pabrik garmen masih dalam proses sedangkan pabrik tapioka sudah mulai proses pembangunan di Ngadirojo,” kata Agus.
Ditanya faktor apa yang mungkin telah mendorong berkembangnya investasi di Wonogiri, Agus mengaku tidak bisa memastikan. Satu hal yang jelas, Agus mengatakan tidak ada pembatasan bagi investasi yang masuk. Besar maupun kecil akan tetap dilayani sesuai prosedur yang berlaku.
“Mungkin kalangan usaha mulai melihat peluang yang bagus di Wonogiri dan ini merupakan tren yang sangat positif. Kami sendiri tentu akan membuka peluang itu seluas-luasnya,” kata Agus.
Terpisah, anggota Komisi B DPRD, Ahmad Zarif mengatakan capaian dalam bidang investasi itu patut diberi apresiasi. Kendati demikian, eksekutif harus melihat jauh ke depan. Zarif berbicara mengenai regulasi. Sebagaimana diketahui, Wonogiri belum memiliki Perda yang khusus mengatur tentang investasi dan dunia usaha. Padahal, kepastian regulasi, keamanan dan iklim ekonomi yang mendukung merupakan hal-hal yang mutlak diperlukan kalangan usaha untuk berinvestasi di sebuah daerah.
“Sejak awal kami dari Komisi B sudah mengingatkan agar Perda mengenai investasi ini menjadi prioritas Pemkab untuk segera disusun dan dibahas. Memang bisa saja kami memanfaatkan hak inisiatif, tapi sepertinya akan lebih bagus kalau inisiatif itu datang dari eksekutif, karena mereka yang lebih tahu permasalahannya,” katanya, saat dihubungi Espos, Kamis (2/6).
Lebih jauh, Zarif mengaku memahami salah satu kendala mengapa Raperda tentang investasi belum juga diajukan oleh eksekutif berkaitan dengan masalah anggaran yang minim di Bagian Hukum. Karena itu, mestinya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bisa mengambil langkah dalam penyusunan APBD untuk memberikan anggaran yang memadai di Bagian Hukum.
Keterangan yang diperoleh Espos dari KPPT Wonogiri, sejak Desember 2010-Mei 2011 tercatat ada 590 pengajuan izin usaha baru dengan nilai total investasi mencapai Rp 75,157 miliar. Sementara pada kurun waktu yang hampir sama mulai Juli-November 2010, hanya ada 322 pengajuan izin usaha baru yang masuk dengan nilai investasi Rp 35,476 miliar. Kepala KPPT Wonogiri, Agus Mulyadi, kepada wartawan, Kamis (2/6), mengungkapkan skala usaha yang mengajukan izin itu bervariasi. Mulai industri rumah tangga hingga pabrik berinvestasi besar. “Ada dua permohonan izin usaha yang tergolong besar, yakni pabrik garmen dan pabrik tapioka. Izin pabrik garmen masih dalam proses sedangkan pabrik tapioka sudah mulai proses pembangunan di Ngadirojo,” kata Agus.
Ditanya faktor apa yang mungkin telah mendorong berkembangnya investasi di Wonogiri, Agus mengaku tidak bisa memastikan. Satu hal yang jelas, Agus mengatakan tidak ada pembatasan bagi investasi yang masuk. Besar maupun kecil akan tetap dilayani sesuai prosedur yang berlaku.
“Mungkin kalangan usaha mulai melihat peluang yang bagus di Wonogiri dan ini merupakan tren yang sangat positif. Kami sendiri tentu akan membuka peluang itu seluas-luasnya,” kata Agus.
Terpisah, anggota Komisi B DPRD, Ahmad Zarif mengatakan capaian dalam bidang investasi itu patut diberi apresiasi. Kendati demikian, eksekutif harus melihat jauh ke depan. Zarif berbicara mengenai regulasi. Sebagaimana diketahui, Wonogiri belum memiliki Perda yang khusus mengatur tentang investasi dan dunia usaha. Padahal, kepastian regulasi, keamanan dan iklim ekonomi yang mendukung merupakan hal-hal yang mutlak diperlukan kalangan usaha untuk berinvestasi di sebuah daerah.
“Sejak awal kami dari Komisi B sudah mengingatkan agar Perda mengenai investasi ini menjadi prioritas Pemkab untuk segera disusun dan dibahas. Memang bisa saja kami memanfaatkan hak inisiatif, tapi sepertinya akan lebih bagus kalau inisiatif itu datang dari eksekutif, karena mereka yang lebih tahu permasalahannya,” katanya, saat dihubungi Espos, Kamis (2/6).
Lebih jauh, Zarif mengaku memahami salah satu kendala mengapa Raperda tentang investasi belum juga diajukan oleh eksekutif berkaitan dengan masalah anggaran yang minim di Bagian Hukum. Karena itu, mestinya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bisa mengambil langkah dalam penyusunan APBD untuk memberikan anggaran yang memadai di Bagian Hukum.
Pada hari minggu 29/5 kemaren ,grup music campursari Bajang Koplak memperkenalkan album baru mereka.Acara ini berlangsung dikawasan Obyek Wisata Gajah Mungkur Wonogiri.Grup campursari Bajang Koplak merupakan grup campursari yang berasal dari Kecamatan Selogiri,Wonogiri dan di pimpin oleh Mas Bajang yang juga sebagai penyanyi dalam album ini
Acara launching album baru Bajang Koplak ini dipadati ribuan pengunjung dan juga di meriahkan oleh artis lokal dan artis ibukota seperti Didi Kempot,Sentot,Amel Petir,Wawin Laura dan Pelawak Gogon cs.Dan yang istimewa turut hadir menghibur pada acara ini adalah Mr James dari Hongkong yang piawai memainkan lagu lagu campursari dengan alat music Hawaian Guitarnya.Juga turut memeriahkan acara ini adalah Sukir Genk grup music reggae asli wonogiri.
Mas Bajang menyatakan bahwa acara ini diadakan untuk memperkenalkan album baru Bajang Koplak kepada masyarakat wonogiri,Album baru ini berisi sepuluh lagu dan bermaterikan lagu lagu campursari yang berlirik kocak dan nakal serta mengangkat realita kehidupan nyata.Selain itu Mas Bajang mengharapkan Album baru ini dapat di terima masyarakat pecinta campursari di wonogiri khusunya dan seluruh Indonesia pada umumnya
Didi Kempot yang turut memeriahkan acara ini mengungkapkan kesediaannya menggarap Album ini karena Bajang Koplak mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri yang mempunyai nilai jual tersendiri,selain itu Didi Kempot juga mengucapkan banyak terima kasih atas antusias penonton yang memadati panggung di kawasan Obyek Wisata Gajah Mungkur untuk menyaksikan launching Album Bajang Koplak.
Acara launching album baru Bajang Koplak ini dipadati ribuan pengunjung dan juga di meriahkan oleh artis lokal dan artis ibukota seperti Didi Kempot,Sentot,Amel Petir,Wawin Laura dan Pelawak Gogon cs.Dan yang istimewa turut hadir menghibur pada acara ini adalah Mr James dari Hongkong yang piawai memainkan lagu lagu campursari dengan alat music Hawaian Guitarnya.Juga turut memeriahkan acara ini adalah Sukir Genk grup music reggae asli wonogiri.
Didi Kempot yang turut memeriahkan acara ini mengungkapkan kesediaannya menggarap Album ini karena Bajang Koplak mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri yang mempunyai nilai jual tersendiri,selain itu Didi Kempot juga mengucapkan banyak terima kasih atas antusias penonton yang memadati panggung di kawasan Obyek Wisata Gajah Mungkur untuk menyaksikan launching Album Bajang Koplak.
Sebanyak dua kejadian kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi dalam sehari di dua ruas jalan yang berbeda di Wonogiri, Rabu (1/6). Masing-masing menyebabkan satu nyawa melayang. Kejadian pertama terjadi di ruas jalan Ngadirojo-Pacitan wilayah Dusun Kutukan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, sekitar pukul 04.00 WIB. Seorang nenek renta yang diduga pikun tertabrak sepeda motor Yamaha Jupiter AD 6915 KG saat berjalan sendirian di jalan yang gelap.
Nenek tersebut, Wagiyem, 90, warga sekitar lokasi kejadian, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara pengendara sepeda motor, Giyono, 48, warga Dusun Belikrejo, Desa Boto, Baturetno, mengalami luka berat di kakinya.
“Sepeda motor melaju dari arah utara, lalu menabrak korban yang berjalan agak di tengah jalan. Saat itu kondisi jalan masih gelap karena baru menjelang subuh. Pengendara sepeda motor tak bisa menghindari tabrakan karena jarak sudah terlalu dekat. Korban meninggal ketika hendak ditolong ke rumah sakit,” ungkap Kanitlaka Polres Wonogiri, Jumari, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika dan Kasatlantas, AKP Joeharno, Kamis (2/6).
Sementara kecelakaan kedua terjadi di ruas jalan Pracimantoro-Eromoko wilayah Desa Sedayu, Pracimantoro sekitar pukul 20.00 WIB, antara sepeda motor Yamaha Vega AD 2315 VG dan truk tangki air bersih AD 1394 VG. Akibatnya, pengendara sepeda motor, Sularno, 19, warga Dusun/Desa Basuhan, Eromoko, tewas.
Saat kejadian, Sularno tengah melaju dengan sepeda motornya dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Sampai di lokasi kejadian, sepeda motor Sularno membentur batu di dekat lubang jalan hingga terperosok, kemudian terpental ke arah kanan melewati as jalan.
Pada saat bersamaan, truk tangki air bersih yang dikemudikan Sriyanto, 31, warga Dusun Tanggeran, Desa Gedong, Pracimantoro melaju dari arah utara. Namun karena jaraknya sudah terlalu dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Tubuh Sularno terpelanting dan jatuh dengan kepala membentur aspal. Dia sempat dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya tidak berhasil ditolong.
“Kedua peristiwa itu terjadi karena pengendara kurang hati-hati. Apalagi kondisi jalan juga banyak yang rusak dan berlubang. Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara,” ujar Jumari.
Solo mengusulkan diri untuk menjadi tuan rumah Kongres II PSSI yang akan digelar sebelum tanggal 30 Juni. Solo dianggap sebagai tempat yang netral.
"Itu saya usulkan kalau nanti masih tetap menjadi anggota KN (Komite Normalisasi) PSSI. Saya akan usulkan kepada Ketua KN PSSI, Agum Gumelar supaya Solo menjadi tuan rumah penyelenggaran Kongres II PSSI yang akan digelar sebelum tanggal 30 Juni," kata Anggota KN PSSI, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (31/5).
Ia menjelaskan, Solo pantas menjadi tuan rumah karena tidak memiliki kepentingan apapun dengan konflik di tubuh PSSI. Solo hanya menginginkan pelaksanaan pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI itu berjalan lancar. Dengan demikian, pembinaan sepakbola di Tanah Air bisa berkembang dan tidak terkena sanksi dari FIFA.
Mengenai pembatalan sanksi dari FIFA, kata Rudy, hal itu tidak lepas dari upaya yang dilakukan Komisi X DPR dan Pemerintah serta KONI yang telah ikut campur dalam persoalan yang melilit PSSI. "Untuk itu masyarakat bola juga harus menyadari ini untuk memajukan sepakbola ditanah air," katanya.
Ketua Umum Persis Solo itu juga berharap, kekisruhan yang melanda Kongres di Jakarta lalu tidak terulang di Kongres selanjutnya. Salah satu antisipasi supaya kericuhan dan Kongres berakhir buntu kembali yakni dengan cara mengubah sistem Kongres, semisal dengan menyediakan kartu identitas untuk pemilik suara dan peserta yang hanya datang sebagai peninjau.
Pada Kongres di Jakarta bulan Mei lalu, semua peserta mulai dari pemilik suara hingga peninjau diperbolehkan masuk ke ruang sidang sehingga suasana tak terkendali. "Voter (para pemilih-Red) dan peserta kongres harus dipisahkan dan jangan dicampuradukkan. Yang boleh masuk arena pemilihan ketua umum pun hanya para voter saja," jelas pria yang juga Wakil Walikota Solo itu.
Terpisah, pelatih Semen Padang, Nil Mizar berharap supaya tidak ada kepentingan golongan di Kongres PSSI, kecuali untuk sepakbola Indonesia. "Kita harap anggota Komite Normalisasi dan juga anggota kelompok 78 dapat duduk bersama menyelesaikan permasalahan bersama, sehingga tidak ada satu pun yang dirugikan," ujar Mizar yang klubnya Semen Padang berpeluang untuk lolos ke Piala AFC musim depan.
"Itu saya usulkan kalau nanti masih tetap menjadi anggota KN (Komite Normalisasi) PSSI. Saya akan usulkan kepada Ketua KN PSSI, Agum Gumelar supaya Solo menjadi tuan rumah penyelenggaran Kongres II PSSI yang akan digelar sebelum tanggal 30 Juni," kata Anggota KN PSSI, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (31/5).
Ia menjelaskan, Solo pantas menjadi tuan rumah karena tidak memiliki kepentingan apapun dengan konflik di tubuh PSSI. Solo hanya menginginkan pelaksanaan pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI itu berjalan lancar. Dengan demikian, pembinaan sepakbola di Tanah Air bisa berkembang dan tidak terkena sanksi dari FIFA.
Mengenai pembatalan sanksi dari FIFA, kata Rudy, hal itu tidak lepas dari upaya yang dilakukan Komisi X DPR dan Pemerintah serta KONI yang telah ikut campur dalam persoalan yang melilit PSSI. "Untuk itu masyarakat bola juga harus menyadari ini untuk memajukan sepakbola ditanah air," katanya.
Ketua Umum Persis Solo itu juga berharap, kekisruhan yang melanda Kongres di Jakarta lalu tidak terulang di Kongres selanjutnya. Salah satu antisipasi supaya kericuhan dan Kongres berakhir buntu kembali yakni dengan cara mengubah sistem Kongres, semisal dengan menyediakan kartu identitas untuk pemilik suara dan peserta yang hanya datang sebagai peninjau.
Pada Kongres di Jakarta bulan Mei lalu, semua peserta mulai dari pemilik suara hingga peninjau diperbolehkan masuk ke ruang sidang sehingga suasana tak terkendali. "Voter (para pemilih-Red) dan peserta kongres harus dipisahkan dan jangan dicampuradukkan. Yang boleh masuk arena pemilihan ketua umum pun hanya para voter saja," jelas pria yang juga Wakil Walikota Solo itu.
Terpisah, pelatih Semen Padang, Nil Mizar berharap supaya tidak ada kepentingan golongan di Kongres PSSI, kecuali untuk sepakbola Indonesia. "Kita harap anggota Komite Normalisasi dan juga anggota kelompok 78 dapat duduk bersama menyelesaikan permasalahan bersama, sehingga tidak ada satu pun yang dirugikan," ujar Mizar yang klubnya Semen Padang berpeluang untuk lolos ke Piala AFC musim depan.
Pencurian rambu-rambu lalu lintas marak terjadi. Bahkan dalam bulan Januari ada 14 rambu dan lima rambu hilang bersama tiangnya di sepanjang Jalan Ngadirojo-Jatisrono. Atas kejadian tersebut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika telah melaporkan ke Polres Wonogiri.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Ige Budiyanto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Suwargianto mengatakan telah melaporkan secara resmi terkait pencurian rambu-rambu lalu lintas. Hal ini dilakukan karena makin banyak laporan hilangnya rambu yang dikhawatirkan memicu kecelakaan.
Jumlah rambu yang hilang bulan Januari lalu terdiri dari 14 buah rambu dan lima rambu hilang bersama tiangnya. Semua berada di sepanjang jalan raya Ngadirojo-Jatisrono. “Semua rambu yang hilang di sepanjang Jalan Raya Ngadirojo-Jatisrono. Untuk daerah lain inventarisasi belum dilakukan. Bahan rambu memang memiliki nilai jual. Selain itu, tiang bisa dimanfaatkan tiang bendera atau tiang net untuk voli. Apalagi daun rambu, bahannya dari aluminium sehingga nilai jual cukup tinggi. Satu tiang lengkap dengan rambu memakan biaya sekitar Rp 690.000,” katanya, Selasa (31/5).
Modus pencurian pun beragam, katanya, ada yang dilakukan saat malam hari. Bahkan ada pula yang siang hari. Untuk mengelabui warga, ada yang berpakaian mirip pengawai Dinas Perhubungan. Sehingga oknum tersebut lancar saat menjalankan aksi. Dan sasaran biasanya di jalan yang jauh dari permukiman dan menikung.
Parto warga Randusari Desa Randusari Kecamatan Slogohimo menyatakan hilangnya rambu-rambu lalu lintas mengakibatkan warga dari luar kota mengalami kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Ige Budiyanto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Suwargianto mengatakan telah melaporkan secara resmi terkait pencurian rambu-rambu lalu lintas. Hal ini dilakukan karena makin banyak laporan hilangnya rambu yang dikhawatirkan memicu kecelakaan.
Jumlah rambu yang hilang bulan Januari lalu terdiri dari 14 buah rambu dan lima rambu hilang bersama tiangnya. Semua berada di sepanjang jalan raya Ngadirojo-Jatisrono. “Semua rambu yang hilang di sepanjang Jalan Raya Ngadirojo-Jatisrono. Untuk daerah lain inventarisasi belum dilakukan. Bahan rambu memang memiliki nilai jual. Selain itu, tiang bisa dimanfaatkan tiang bendera atau tiang net untuk voli. Apalagi daun rambu, bahannya dari aluminium sehingga nilai jual cukup tinggi. Satu tiang lengkap dengan rambu memakan biaya sekitar Rp 690.000,” katanya, Selasa (31/5).
Modus pencurian pun beragam, katanya, ada yang dilakukan saat malam hari. Bahkan ada pula yang siang hari. Untuk mengelabui warga, ada yang berpakaian mirip pengawai Dinas Perhubungan. Sehingga oknum tersebut lancar saat menjalankan aksi. Dan sasaran biasanya di jalan yang jauh dari permukiman dan menikung.
Parto warga Randusari Desa Randusari Kecamatan Slogohimo menyatakan hilangnya rambu-rambu lalu lintas mengakibatkan warga dari luar kota mengalami kecelakaan.
Komisi A DPRD bersama Bagian Tata Pemerintahan Setda melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa Lingkungan Kelurahan Kasihan, Kecamatan Ngadirojo, Selasa (31/5). Sidak dilangsungkan terkait desakan 30 warga di enam lingkungan meminta Kepala Kelurahan Kasihan, Ristanto, mundur yang disampaikan ke Komisi A DPRD, Senin (30/5).
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Sungkono mengatakan hasil Sidak tidak ditemukan penyelewengan seperti yang disampaikan saat hearing. Pihaknya menduga kisruh ini justru dipicu oleh seseorang yang tidak suka dengan kepala kelurahan.
“Intinya hanya salah paham saja. Bantuan DAK 2008 dan 2009 di empat lokasi dengan total Rp 20 juta sudah diterima dan direalisasikan. Kami sudah bertanya kepada panitia kegiatan dan orang yang diserahi uang itu. Hanya saja memang ada pengalihan fungsi di dua titik. Rencana awal untuk talud, tapi karena ada jalan yang lebih membutuhkan perbaikan akhirnya dialihkan untuk rabat jalan,” jelas dia.
Terkait jumlah semen yang dikatakan tidak diberikan semuanya hanyalah salah informasi. Bantuan semen sebanyak 200 sak bukanlah dari Tukino (wakil rakyat periode 2009-red). Tapi dari wakil rakyat yang lain yakni AS Joko Prayitno.
Ketua Komisi A, Soetarno SR justru menyayangkan dengan tidak adanya perwakilan dari warga yang melaporkan. Dalam hearing sebelumnya, Senin (30/5), sudah diberitahukan rencana sidak itu. “Dan anehnya warga yang kemarin namanya disinggung ikut setuju mundurnya kepala kelurahan justru mengatakan tidak tahu menahu. Dan bahwa yang melaporkan bukan warga di lingkungannya,” katanya.
Tanah eks-kas desa yang ditanami oleh lurah tanpa sepengetahuan warga juga bukan masalah. Tanah itu ditanami agar tidak menjadi tanah terbengkalai. Dengan hasil ini, sesuai kesepakatan saat hearing, maka pelapor harus menerima kepala kelurahan karena tidak terbukti bersalah.
Namun begitu, Sekretaris Komisi A meminta pihak Inspektorat agar turun ke lapangan. Sesuai dengan permintaan pelapor. Untuk memperkuat hasil sidak. “Kisruh ini mungkin juga karena info yang setengah-setengah. Sehingga seharusnya pihak perangkat lebih aktif di masyarakat,” jelasnya.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Sungkono mengatakan hasil Sidak tidak ditemukan penyelewengan seperti yang disampaikan saat hearing. Pihaknya menduga kisruh ini justru dipicu oleh seseorang yang tidak suka dengan kepala kelurahan.
“Intinya hanya salah paham saja. Bantuan DAK 2008 dan 2009 di empat lokasi dengan total Rp 20 juta sudah diterima dan direalisasikan. Kami sudah bertanya kepada panitia kegiatan dan orang yang diserahi uang itu. Hanya saja memang ada pengalihan fungsi di dua titik. Rencana awal untuk talud, tapi karena ada jalan yang lebih membutuhkan perbaikan akhirnya dialihkan untuk rabat jalan,” jelas dia.
Terkait jumlah semen yang dikatakan tidak diberikan semuanya hanyalah salah informasi. Bantuan semen sebanyak 200 sak bukanlah dari Tukino (wakil rakyat periode 2009-red). Tapi dari wakil rakyat yang lain yakni AS Joko Prayitno.
Ketua Komisi A, Soetarno SR justru menyayangkan dengan tidak adanya perwakilan dari warga yang melaporkan. Dalam hearing sebelumnya, Senin (30/5), sudah diberitahukan rencana sidak itu. “Dan anehnya warga yang kemarin namanya disinggung ikut setuju mundurnya kepala kelurahan justru mengatakan tidak tahu menahu. Dan bahwa yang melaporkan bukan warga di lingkungannya,” katanya.
Tanah eks-kas desa yang ditanami oleh lurah tanpa sepengetahuan warga juga bukan masalah. Tanah itu ditanami agar tidak menjadi tanah terbengkalai. Dengan hasil ini, sesuai kesepakatan saat hearing, maka pelapor harus menerima kepala kelurahan karena tidak terbukti bersalah.
Namun begitu, Sekretaris Komisi A meminta pihak Inspektorat agar turun ke lapangan. Sesuai dengan permintaan pelapor. Untuk memperkuat hasil sidak. “Kisruh ini mungkin juga karena info yang setengah-setengah. Sehingga seharusnya pihak perangkat lebih aktif di masyarakat,” jelasnya.
Sebanyak 19 warga Dukuh Jumerto, Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter mengalami diare massal sejak Senin (30/5). Diduga diare disebabkan karena mengonsumsi hidangan soto dan pecel di acara hajatan warga setempat.
Informasi yang diperoleh Joglosemar menyebutkan Giyani, warga Dukuh Jumerto RT 2 RW III, menggelar syukuran atas kelahiran putranya, Minggu (29/5), malam. Ketika itu, mereka mengundang 30 orang dari warga setempat. Kemudian, tamu yang diundang disungguhi hidangan soto ayam dan sebagian makan pecel yang diantarkan ke rumah.
Setelah mengonsumsi, warga mulai mengalami mual-mual dan diare, Senin (30/5).
Dari beberapa warga yang mengonsumsi tersebut, 19 orang di antaranya mengalami diare dirawat di Puskesmas II Nguter dan sebagian mengalami rawat jalan.
Andre (16), mengatakan setelah mengonsumsi makanan pecel pada Minggu (29/5), siang malamnya perut terasa mual dan perih. Kemudian keesokannya tidak kunjung sembuh langsung dibawa ke Puskesmas. Ketika itu, perawat menyatakan menderita diare. “Sebelumnya saya hanya menduga hanya terkena penyakit biasa. Namun, tidak kunjung sembuh akhirnya dibawa ke Puskesmas dan dinyatakan diare,” ujar Andre saat ditemui di Puskesmas II Nguter Celep, Selasa (31/5).
Hal sama juga dirasakan Utami (50). Menurut dia, saat mengonsumsi Minggu (29/5), pagi makanan pecel yang diberi tetangganya yang sedang menggelar hajatan langsung merasa mual malam harinya. Karena tidak kunjung sembuh langsung diperiksakan di Puskesmas dan ternyata menderita diare.
Dari temuan kasus penyakit diare massal tersebut, Puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan. Pegawai Puskesmas, Murni mengatakan temuan penyakit diare secara bersamaan ini masih belum diketahui secara pastinya penyebabnya. Akan tetapi, dari banyaknya penderita awalnya memang memakan makanan hidangan soto ayam dan pecel dari acara hajatan.
“Puskesmas kesulitan mencari sebab munculnya penyakit diare yang diderita warga. Karena sampai saat ini makanan soto dan pecel sudah tidak ada lagi,” ujarnya Murni
Selain itu, dari banyaknya warga yang memakan hidangan hajatan tidak semua terkena diare. Bahkan dari tuan rumah yang punya hajatan tidak menderita diare. “Apalagi kalau keracunan, biasanya setelah mengonsumsi langsung merasakan sakit. Akan tetapi ini beda mereka merasakan sakit setelah selang sehari,” paparnya.
Camat Nguter Setyo Adi Nugroho menambahkan belum ada kejelasan apa penyebab diare itu. Sebab, jika karena makan dari pemilik rumah yang punya hajat, kenapa yang datang tidak kena semua. “Sebanyak 30 orang diundang dalam acara hajatan dan tidak semua merasakan sakit diare,” katanya.
Informasi yang diperoleh Joglosemar menyebutkan Giyani, warga Dukuh Jumerto RT 2 RW III, menggelar syukuran atas kelahiran putranya, Minggu (29/5), malam. Ketika itu, mereka mengundang 30 orang dari warga setempat. Kemudian, tamu yang diundang disungguhi hidangan soto ayam dan sebagian makan pecel yang diantarkan ke rumah.
Setelah mengonsumsi, warga mulai mengalami mual-mual dan diare, Senin (30/5).
Dari beberapa warga yang mengonsumsi tersebut, 19 orang di antaranya mengalami diare dirawat di Puskesmas II Nguter dan sebagian mengalami rawat jalan.
Andre (16), mengatakan setelah mengonsumsi makanan pecel pada Minggu (29/5), siang malamnya perut terasa mual dan perih. Kemudian keesokannya tidak kunjung sembuh langsung dibawa ke Puskesmas. Ketika itu, perawat menyatakan menderita diare. “Sebelumnya saya hanya menduga hanya terkena penyakit biasa. Namun, tidak kunjung sembuh akhirnya dibawa ke Puskesmas dan dinyatakan diare,” ujar Andre saat ditemui di Puskesmas II Nguter Celep, Selasa (31/5).
Hal sama juga dirasakan Utami (50). Menurut dia, saat mengonsumsi Minggu (29/5), pagi makanan pecel yang diberi tetangganya yang sedang menggelar hajatan langsung merasa mual malam harinya. Karena tidak kunjung sembuh langsung diperiksakan di Puskesmas dan ternyata menderita diare.
Dari temuan kasus penyakit diare massal tersebut, Puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan. Pegawai Puskesmas, Murni mengatakan temuan penyakit diare secara bersamaan ini masih belum diketahui secara pastinya penyebabnya. Akan tetapi, dari banyaknya penderita awalnya memang memakan makanan hidangan soto ayam dan pecel dari acara hajatan.
“Puskesmas kesulitan mencari sebab munculnya penyakit diare yang diderita warga. Karena sampai saat ini makanan soto dan pecel sudah tidak ada lagi,” ujarnya Murni
Selain itu, dari banyaknya warga yang memakan hidangan hajatan tidak semua terkena diare. Bahkan dari tuan rumah yang punya hajatan tidak menderita diare. “Apalagi kalau keracunan, biasanya setelah mengonsumsi langsung merasakan sakit. Akan tetapi ini beda mereka merasakan sakit setelah selang sehari,” paparnya.
Camat Nguter Setyo Adi Nugroho menambahkan belum ada kejelasan apa penyebab diare itu. Sebab, jika karena makan dari pemilik rumah yang punya hajat, kenapa yang datang tidak kena semua. “Sebanyak 30 orang diundang dalam acara hajatan dan tidak semua merasakan sakit diare,” katanya.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB) rupanya tidak main-main dalam upayanya menghalangi serah terima pinjam pakai empat mobil Toyota Kijang Innova yang baru dibeli Pemkab Wonogiri dengan dana APBD 2011 senilai Rp 1,03 miliar ke pimpinan Muspida. Selain berencana memasukkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri dalam pekan ini, LSM tersebut juga memastikan akan menyampaikan surat resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuan surat itu, selain mempertanyakan dasar hukum penganggaran Mobdin untuk instansi vertikal dengan dana APBD juga memohon kepada Mendagri untuk memperingatkan Pemkab agar tidak menyerahkan Mobdin itu ke pimpinan Muspida.
“Tak hanya Mendagri, saya juga menyiapkan tembusan surat ke Kapolri, Kejakgung, Mahkamah Agung, dan Panglima TNI selaku atasan langsung Muspida yang bakal menerima Mobdin itu,” ungkap Ketua LSM PPBB, Kenthut Suryatno, kepada wartawan, Selasa (31/5/2011).
Satu lembaga lain yang juga akan disurati LSM PPBB adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengadaan Mobdin untuk dipinjampakaikan ke Muspida itu, menurut Kenthut, sangat asal-asalan, tidak urgen, tidak berdasarkan kinerja, bukan hal wajib dan yang pasti tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penyerahannya ke Muspida harus dibatalkan.
Pasar Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri meraih juara II Lomba Pasara Desa Tingkat Nasional. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kalimantan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Wonogiri, Semedi. “Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Kades Temboro, Rukiyo. Kami bersama Ketua DPRD, Wawan SN dan Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto hadir di acara itu,” ujar Semedi, kepada Espos Selasa (30/5/2011).
Ketua DPRD Wonogiri, Wawan menyatakan penyerahan penghargaan dilaksanakan pada acara peringatan Gerakan Nasional Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat ke-8 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Wonogiri, Semedi. “Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Kades Temboro, Rukiyo. Kami bersama Ketua DPRD, Wawan SN dan Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto hadir di acara itu,” ujar Semedi, kepada Espos Selasa (30/5/2011).
Ketua DPRD Wonogiri, Wawan menyatakan penyerahan penghargaan dilaksanakan pada acara peringatan Gerakan Nasional Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat ke-8 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39, Selasa.

























